Mobil Listrik Nasional Diharapkan Beredar pada 2025

Administrator - Kamis,27 Juni 2019 - 14:46:27 wib
Mobil Listrik Nasional Diharapkan Beredar pada 2025
Ilustrasi. cnni pic

Nusa Dua : Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) berharap mobil listrik nasional bisa diproduksi pada 2025.

Saat ini berbagai universitas seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Budi Luhur, hingga Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pengembangan dan uji coba mobil lsitrik.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti Ainun Naim mengatakan upaya dari universitas bersama dengan Kemenristekdikti ini merupakan bentuk dukungan mobil listrik yang bebas gas emisi.

"Perkembangan terus jalan dan banyak universitas di Indonesia yang melakukan pengembangan itu. Diharapkan bisa produksi massal pada 2025," kata Ainun kepada CNNIndonesia.com di sela-sela acara 76th Asean Costi yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, seperti sitat CNN Indonesia, Kamis(27/6/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi mengatakan pengembangan mobil listrik dalam negeri harus didukung untuk mendorong kampanye go-green.

Penggunaan mobil listrik, disebut Nada ramah lingkungan dan merupakan bagian dari masa depan Indonesia.

"Pak Menteri kemarin bilang tahun 2025 Insya Allah bisa diproduksi massal. Menurut saya ini harus didukung," kata Nada.


Nada mengatakan ke depannya, pihaknya akan mengkaji terkait pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobil listrik anak bangsa. Infrastruktur penunjang tersebut adalah charging station atau Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

"Memang yang diperlukan adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur itu harus dipikirkan charging station. Untuk memudahkan pemilik mobil dan motor listrik," kata Nada.

Selain itu, untuk mendukung harga mobil listrik yang kompetitif, dibutuhkan pula baterai listrik buatan di Indonesia. Pasalnya harga baterai listrik kurang lebih dibanderol 30 sampai 35 persen dari harga mobil itu sendiri.

Indonesia sendiri telah memulai pembangunan kawasan industri untuk mendukung ekosistem komponen kendaraan listrik di Halmahera Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kawasan ini akan mengerjakan mulai dari nikel, lithium-ion (Li-ion) baterai kendaraan listrik, dan besi baja.


RRN/CNNI