Indonesia Negara Kedua yang Kenalkan Renault Triber

Administrator - Kamis,20 Juni 2019 - 13:23:32 wib
Indonesia Negara Kedua yang Kenalkan Renault Triber
Renault Triber. cnni pic

Jakarta : Maxindo Renault Indonesia memastikan mobil baru Triber bakal diperkenalkan di dalam negeri bulan depan. Indonesia ditunjuk menjadi negara kedua yang mengenalkannya setelah debut global di India dilakukan pada Rabu (19/6/2019).

Debut Triber dilakukan di New Delhi, India dan bisa disaksikan masyarakat global via tayangan langsung yang disiarkan di YouTube.

Sebelumnya Maxindo pernah berjanji akan mengenalkan Triber di Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar April lalu. Namun rencana itu molor gara-gara pihak India memundurkan jadwal debut.

COO Maxindo Renault Indonesia Davy J Tuilan mengatakan Triber bakal dikenalkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Rencananya jadwal pembukaan GIIAS dilakukan pada 18 Juli 2019.

"Nanti unveiling ya bukan launching, kalau launching belum bisa dipastikan tapi enggak lama dari unveiling," ucap Davy seperti sitat CNNIndonesia.com, Kamis (20/6/2019).


Davy belum bisa bilang soal harga jual Triber akan diungkap di GIIAS. Namun di India, Triber diperkirakan dijual sekitar 5,3 lakh rupee atau Rp108,5 juta.

Distribusi unit Triber ke konsumen Indonesia disebut Davy akan dikerjakan 'beberapa bulan' setelah pengenalan.

Menurut Davy, Tiber merupakan produk 'ajaib' yang tawaran fitur-fiturnya 'bisa diadu' dengan low MPV di Tanah Air. Dia juga mengingatkan setelah dibandingkan mesti diingat Triber harganya sekelas LCGC (Low Cost Green Car).


Nama Triber merupakan kata baru yang diciptakan berdasarkan kata 'tribe' (suku). Renault menjelaskan 'tribe' punya citra anak muda yang bisa jadi simbol keluarga kekinian.

Buat lidah orang Indonesia, kata Triber bisa jadi diucapkan tidak seperti pelafalan orang Eropa. Alih-alih diucap 'trai-ber' malah mungkin disebut 'tri-ber'.

Davy mengatakan tidak ada penamaan khusus Triber untuk Indonesia. Nama Triber tidak diubah sebab dijelaskan sebagai bagian komunikasi global.

"Gapapalah kita sesuaikan dengan lidah masing-masing, dipertahakan supaya komunikasi secara global jadi gampang," ucap Davy.


RRN/CNNI