India Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri pada 2030

Administrator - Selasa,18 Juni 2019 - 14:22:49 wib
India Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri pada 2030
Stasiun luar angkasa internasional ISS yang mengorbit di Bumi dan selama ini digunakan untuk penelitian oleh para astronaut dan kosmonaut. cnni pic

Jakarta : India berencana untuk meluncurkan stasiun luar angkasa sekitar 2030. Ambisi kehadiran India di orbit Bumi ini diungkapkan oleh Kepala Organisasi Penelitian K. Sivan.

Disitat CNN Indonesia, stasiun ini akan menjadi stasiun berukuran relatif kecil di mana para astronot hanya akan tinggal selama 15 hingga 20 hari. Akan tetapi, ukuran tersebut sudah cukup untuk melakukan eksperimen gravitasi mikro

Sivan mengatakan India tidak akan bergantung pada negara lain untuk mendapatkan bantuan. Rincian lebih lanjut diharapkan akan muncul setelah misi manusia pertama India di Bulan pada 2022. Saat ini fokus India berada pada misi pendaratan di Bulan yang akan diluncurkan pada 15 Juli mendatang.


Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ini akan menjadikan India bagian dari klub yang sangat eksklusif. Terlepas dari negara-negara mitra yang terlibat dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), hanya China, Rusia dan AS yang mengoperasikan rumah ISS.

Ambisi ini juga menunjukkan bahwa India bermaksud mengejar banyak aspek penerbangan luar angkasa dengan negara maju lainnya.

Kendati demikian penggunaan luar angkasa untuk perang modern bagi tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dilansir dari The Wire, tantangan tersebut berada pada penggunaan teknologi seperti robot untuk memeriksa, memperbaiki atau membuang satelit yang rusak.

Kemampuan India untuk menggunakan ruang angkasa untuk tujuan militer sangat terbatas. India hanya memiliki kurang lebih selusin satelit untuk keperluan militer, sedangkan Cina mungkin memiliki 10 kali lipat lebih banyak.

Satelit citra seperti Cartosat dan RISAT memang memberikan citra yang bermanfaat. Akan tetapi, India masih harus menempuh jalan panjang sebelum dapat memiliki citra secara real-time atau kecerdasan buatan. Kedua teknologi berperan penting untuk menentukan dinamika perang modern.


RRN/CNNI