Backdrop Sidang Paripurna DPRD Riau Dirobek Orang Tak Dikenal, Siapa Pelakunya?

Administrator - Jumat,14 Juni 2019 - 11:14:21 wib
Backdrop Sidang Paripurna DPRD Riau Dirobek Orang Tak Dikenal, Siapa Pelakunya?
cakaplah.com pic

Pekanbaru : Ada yang janggal pada Sidang Paripurna DPRD Riau dengan agenda pelantikan Asri Auzar sebagai Wakil Ketua DPRD Riau, Senin 27 Mei 2019 lalu. Backdrop nama acara yang berada di belakang meja pimpinan sidang tidak terpasang. Bahkan backdrop terlihat hanya seperti sengaja dikoyak.

Meski banyak yang tak menyadarinya, namun diam-diam hal tersebut menjadi pembahasan di kalangan wakil rakyat. Bahkan ada yang menyebut rusaknya 'baliho' acara di ruang sidang paripurna tersebut sebagai sabotase.

Menurut anggota DPRD Riau dari Fraksi PKB, Ade Agus Hartanto, menyesalkan aksi dugaan perusakan backdrop acara resmi tersebut.

"Ada semacam sabotase, ada yang merobek backdrop resmi pelantikan itu. Tapi tak ada yang tahu siapa yang merobeknya," ujar Sekretaris DPW PKB Riau, seperti sitat cakaplah.com, Jumat (14/6/2019).


Rusaknya backdrop di ruang Sidang Paripurna DPRD Riau itu, kata Ade, akan menjadi catatan bagi DPRD. "Ini jadi catatan kita dalam rapat pimpinan, sehingga harus diperbaiki. Para pihak keamanan dan yang membidangi keamanan kita akan evaluasi," cakapnya lagi.

Tak hanya soal backdrop, sistem keamanan di lingkungan gedung DPRD Riau harus dibenahi dan ditingkatkan. Hal ini menyusul kasus perusakan pintu masuk gedung dewan oleh para pengunjukrasa beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, gedung DPRD Riau selama ini memang terbuka untuk umum, bahkan siapa saja yang akan memasuki grdung rakyat tersebut tanpa adanya pemeriksaan yang ketat. Hasilnya, dalam beberapa kali aksi massa, sempat terjadi adanya gesekan yang mengakibatkan rusaknya fasilitas di gedung rakyat yang rusak.

"Kita juga minta Sekwan mengatur sistem berkunjung ke kantor DPRD, semua orang yang datang ke sini harus jelas dari mana mau kemana dan ketemu siapa, jadi tidak ada lagi yang liar," kata anggota DPRD dari daerah pemilihan Inhu-Kuansing tersebut.


RRN/CKP