Polisi Ungkap Peran Kivlan Zen dalam Pembunuhan 4 Jenderal

Administrator - Selasa,11 Juni 2019 - 16:52:58 wib
Polisi Ungkap Peran Kivlan Zen dalam Pembunuhan 4 Jenderal
Kivlan Zen disebut sebagai sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Indonesia. cnni pic

Jakarta : Kepolisian RI mengungkap peran mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen dalam kerusuhan dalam rencana pembunuhan empat jenderal.

Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menyebut Kivlan merupakan sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Indonesia.

"Peran Kivlan memberi perintah kepada tersangka HK untuk mencari eksekutor pembunuh," kata Ade saat menyampaikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, seperti sitat CNN Indonesia, Selasa (11/6/2019).


Menurutnya, Kivlan juga memberi uang Rp150 juta kepada tersangka HK untuk membeli senjata api yang akan digunakan saat mengeksekusi atau membunuh empat tokoh nasional serta satu orang pimpinan lembaga survei.

Kivlan juga menyerahkan uang Rp5 juta kepada tersangka lainnya, yakni IT, untuk melakukan pengintaian terhadap satu orang pemimpin lembaga survei yang juga digadang-gadang untuk dibunuh.

Ade menegaskan bahwa semua pernyataan dalam keterangan pers sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) para tersangka yang tengah disidik oleh aparat kepolisian.

"Keterangan para tersangka yang tadi itu adalah sesuai dengan BAP para tersangka yang sedang kami sidik, kemudian dikuatkan video testinomoni dan tersangka sudah diambil sumpah," katanya.


Melanjutkan pernyataannya, Ade berkata, "Sehingga kepada dua tersangka KZ dan HM patut disangka melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 UU darurat 12/1951 dengan ancaman seumur hidup."

Dalam jumpa pers itu, polisi juga memutar video pernyataan dari tersangka HK alias Iwan terkait kejadian pada 21 dan 22 Mei. Iwan mengaku diperintahkan oleh Kivlan untuk membeli senpi pada Maret di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Saya diamankan pada 21 Mei terkait ujaran kebencian, kepemilikan senpi, dan ada kaitan dengan Mayjend Kivlan Zen. Sekitar Maret dipanggil ke Kelapa Gading. Saya diberi uang 150 juta untuk beli senjata laras pendek dua pucuk," katanya.


RRN/CNNI