Instagram Komentari Iklan Ikea Tipu-tipu di Medsosnya

Administrator - Rabu,15 Mei 2019 - 14:16:16 wib
Instagram Komentari Iklan Ikea Tipu-tipu di Medsosnya
Ilustrasi. cnni pic

Jakarta : Instagram mengomentari soal iklan scam (tipu-tipu) yang mengatasnamakan toko furnitur Ikea. Communication Manager Instagram Asia-Pacific Putri Silalahi mengelak kalau itu adalah iklan di Instagram.

"Ini bukan IG, tandanya ini gambarnya sudah diedit," kilahnya kepada awak media di Ruang Komunal Facebook, Jakarta, seperti sitat CNN Indonesia, Rabu (15/5/2019).

Namun ketika didesak lebih lanjut kalau banyak yang mengaku telah tertipu iklan itu, Putri menyebut kalau pihaknya memiliki regulasi dan pengajian sebelum iklan tampil di platformnya.


"Misalnya kamu punya bisnis seperti UKM ingin promosi ke Instagram, Instagram akan review (tinjau ulang) dulu iklannya sesuai dengan pedoman komunitas atau tidak, sumbernya dari sumber percaya tidak? Kita sangat strict (ketat) dan careful (hati-hati)."

"Dan kita liat sumber-sumbernya siapa yang taruh iklannya. Jadi kalau bukan Ikea langsung, pasti kita tahu," lanjutnya lagi.

Sebelumnya, seorang pengguna Adrianus F. Tumewu membuat konten Instagram Stories yang menunjukkan kalau ada iklan promo Ikea palsu yang tampil di Instagram. Iklan itu memberi iming-iming diskon hingga 50 persen produk mebel Ikea.

Mereka bahkan sangat "niat" menipu dengan membuat situs yang sangat mirip dengan situs Ikea. Namun, ada beberapa hal yang janggal dari situs itu. Pertama dari URL atau alamat situs www.ikea-id.com. Sementara alamat situs asli adalah www.ikea.co.id.


Selain itu, situs palsu itu juga dirancang khusus untuk pengguna ponsel, sehingga tampilan situs akan berantakan ketika dibuka di laptop. Adrianus bahkan mengecek ke situs hosting untuk menemukan kapan alamat www.ikea-id.com dibuat. Ternyata alamat itu baru didaftarkan 7 Maret 2019.

Penipu ini cukup canggih, bahkan sengaja membuat virtual account di Bank BNI menggunakan nama IKEA. Setelah berlama-lama mengulik situs Ikea palsu itu, Adrianus mendapat peringatan di situs "Kalau tidak mau ditipu yah jangan pesan =)."

Lebih lanjut Putri menyebut, Instagram memiliki tim khusus guna meninjau iklan yang dianggap menyalahi aturan pedoman komunitas. Tim ini bekerja selama 24 jam yang tersebar di 50 negara.

"Di pedoman komunitas kita sudah jelas, segala jenis penjualan dan pembelian harus mematuhi hukum. Cuma ada miliaran konten iklan di Instagram dan susah buat review satu-satu," jelas Putri.

"Review-nya manual, jadi kita punya tim di seluruh dunia untuk semua konten termasuk iklan, mereka ada di 50 negara review 24 jam untuk mengkaji laporan pengguna," sambungnya.


Ditanya soal berapa lama waktu yang dibutuhkan tim untuk meninjau iklan yang akan masuk, Instagram mengatakan timnya akan meninjau selama dua kali dalam satu hari.

"Iklannya di review sehari dua kali, kalau tidak sesuai akan di tolak," pungkas Putri.

Selain itu, Putri mengungkap pengguna Instagram di Indonesia sudah mulai melaporkan sejumlah iklan yang bersifat mengganggu dan tidak relevan saat muncul di akun Instagram mereka.

"Tinggi, orang Indonesia sudah mulai aware (sadar). Mereka tidak cuma report [iklan] karena menyalahi pedoman komunitas tapi juga karena tidak suka seperti mengganggu atau tidak relevan, dulu kita mau tidak mau harus lihat iklan," kata Putri.


RRN/CNNI