CEO Facebook Tolak Permintaan Pecah Instagram dan WhatsApp

Administrator - Selasa,14 Mei 2019 - 15:27:52 wib
CEO Facebook Tolak Permintaan Pecah Instagram dan WhatsApp
CEO Facebook Mark Zuckerberg. cnni pic

Jakarta : CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg secara tegas menolak permintaan teman lamanya Chris Hughes untuk memecah WhatsApp dan Instagram dari platform-nya. Respons Mark ini sekaligus menanggapi tulisan terbuka Hughes yang mengkritik gaya kepemimpinannya.

"Reaksi saya terhadap permintaan Hughes adalah kami tidak akan melakukan itu [memecah perusahaan] untuk memperbaiki kondisi perusahaan," ungkap Zuckerberg saat diwawancara France 2 seperti sitat CNN Indonesia.

Dalam tulisan opininya yang dimuat The New York Times, Hughes mengatakan permintaannya itu berkaca pada Pemilu AS 2016 yang membuat Rusia memanfaatkan Facebook untuk menyebar kampanye hoaks, ditambah skandal pencurian data yang melibatkan Cambridge Analytica.


Zuckerberg mengatakan basis pengguna Facebook yang berjumlah lebih dari 50 miliar justru bisa memberikan manfaat bagi pengguna dan sistem demokrasi.

Disela kunjungannya ke Prancis untuk bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron untuk membicarakan pengaturan penggunaan internet.

"Jika kamu menaruh perhatian pada isu demokrasi dan pemilu, maka kamu menginginkan perusahaan seperti kami untuk menginvestasikan miliaran dolar per tahun, seperti kami, untuk membangun teknologi yang lebih canggih untuk melawan campur tangan saat pemilu," imbuhnya.

Zuckerberg justru mengklaim merogoh kocek lebih besar dari seluruh pendapatan perusahaan ketika go public awal dekade ini.

"Anggaran kami untuk keamanan tahun ini lebih besar. Kami telah mampu membangun bisnis yang sukses yang bisa mendukung besarnya basis data pengguna," ucapnya.


Selain menuai kritik dari pendirinya, Facebook menghadapi peningkatan pengawasan dari regulator dan politisi AS dan sejumlah negara dunia. Komisi Perdagangan Federal melakukan investigasi terhadap Facebook setelah muncul skandal bocornya 87 juta data yang melibatkan Cambridge Analytica.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris mengatakan bahwa para pejabat AS harus mempertimbangkan untuk memecah Facebook yang kini menjadi perusahaan media sosial terbesar di dunia. Harris melontarkan usulan tersebut karena mengganggap Facebook telah menjelma menjadi entitas yang tidak bisa diatur.

Facebook dinilai lebih memprioritaskan pertumbuhan bisnis daripada melindungi kepentingan pengguna, terutama terkait kebijakan privasi dan keamanan.

"Saya pikir, ya, kita harus mempertimbangkannya dengan serius (untuk memecah Facebook)," kata Harris dalam wawancara dengan CNN.


RRN/CNNI