Peredam Kejut All New Livina Bikin 'Terkejut'

Administrator - Kamis,02 Mei 2019 - 15:55:15 wib
Peredam Kejut All New Livina Bikin 'Terkejut'
Sensasi peredam kejut All New Livina saat diajak ke jalan light offroad. medcom.id pic

Aceh: All New Nissan Livina meliuk ekstrim di jalur ekstrim kota Serambi Mekah, alias Daerah Istimewa Aceh. Propinsi paling utara Pulau Sumatera itu menjadi lokasi pengujian performa secara keseluruhan dari mobil low MPV terbaru dari Nissan tersebut.

Dalam sesi tersebut, Nissan menyediakan ragam jalur untuk melakukan pengetesan. Misalnya jalur terjal dan berkelok, lalu jalur lurus untuk mengetes kenyamanan dalam kecepatan tinggi hingga jalur light offroad untuk menguji ketangguhan suspensi dan performa penggerak roda depan di berbatu dan licin.

"Kami memberikan sesi drive kali ini agar teman-teman yang ingin melakukan atau mengetahui performa yang sebenarnya mobil ini, bisa langsung dirasakan. Beberapa jalur ini memang sudah kami siapkan, sehingga nantinya pengetesan bisa dilakukan dengan menyeluruh," klaim Head of PR PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Hana Maharani, seperti sitat medcom.id, Kamis (2/5/2019).

Lalu impresi berkendara seperti apa yang membuat Nissan begitu yakin bahwa low MPV mereka itu bakal laris? Kami akan membahas hal-hal unik saja yang berbeda dari kembarannya yaitu Mitsubishi Xpander. Kalau soal kesenyapan kabin, lalu ciri khas karakter mesin, konfigurasi kabin dan desain, mungkin tak akan banyak kami bahas. Tapi beberapa berikut bisa jadi acuan.


Setup Kaki-Kaki Mumpuni


Soal yang satu ini, sepertinya tak perlu diragukan lagi. Lantaran basis yang dibangun oleh Mitsubishi di Xpander yang jadi basis All New Livina ini sudah cukup mumpuni. Bermanuver di jalur Pucok Krueng lalu menyisir ke jalur Puncak Geurutee nan terjal, tak membuat pengendaliannya berkurang meski menggunakan penggerak roda depan.

Karakter suspensi yang sedikit lebih empuk dari Xpander, membuat mobil ini cukup nyaman di tipe jalan bergelombang dan meliuk. Bahkan saat penasaran dengan karakternya di tipe jalan light offroad, juga terpecahkan.

Rasa penasaran berlanjut untuk menjajalnya di jalur lurus dengan kecepatan di atas 100 km per jam. Asumsi awalnya adalah karakter suspensi yang empuk, sangat berpotensi bikin gejala limbung saat dipacu di kecepatan tinggi. Namun asumsi itu pupus ketika menjajalnya di trek lurus dengan kecepatan di atas 100 kpj.
 
Mencapai 100 kpj, kaki-kakinya mencengkeram mantap ke aspal. Tapi ketika menyentuh angka 130 kpj ke atas, gejala limbung sudah terasa. Ini wajar, lantaran emang bodi yang bongsor, membuat pola gerakan udara yang melewati bodinya tak sebaik tipe sedan atau hatchback. Tapi sekali lagi, ini adalah mobil keluarga dan tak mungkin juga membawa keluarga dengan kecepatan di atas 120 kpj karena terlalu riskan.


Fitur Safety Mumpuni


Salah satu hal yang juga mengesankan adalah fitur keamanan salah satunya hill start assist. Fitur ini sangat membantu pengemudi ketika berkendara di jalur terjal dan kondisi stop and go. Mobil akan berhenti sejenak ketika pedal rem ditekan dan dilepas. Cara menonaktifkannya, cukup menekan pedal gas dan pengereman sementaranya pun akan terlepas.

Fitur-fitur keselamatan lainnya adalah dual SRS airbags, vehicle dynamic control & traction control system, anti-lock braking system, electronic brake force distribution, brake assist dan lampu auto hazard pada rem darurat.

Sementara fitur di kabin yang membuat penumpang dan pengemudi lebih bersemangat adalah konektivitas audio yang cukup beragam. Seperti aux in, bluetooth bahkan mirroring dari gawai.


Sedangkan untuk performa mesin dan spesifikasinya, tidak berbeda jauh dengan spesifikasi yang ada di Mitsubishi Xpander. Jika dibandingkan dengan performa mesin di Grand Livina (versi sebelumnya) yang menggunakan sistem transmisi Xtronic CVT, tentu performanya cukup berbeda. Versi sebelumnya sangat mumpuni dari sisi performa mesin, termasuk saat berakselerasi ekstrim.

Tentu ini membuat banyak pengguna Livina cukup bersedih. Apalagi modelnya kini mengadopsi gaya Xpander yang memang mengutamakan gaya sebuah SUV. Padahal Livina sejak awal kemunculannya lebih mengadopsi gaya sedan atau wagon.

Lantaran ingin mengejar market yang besar, Nissan pun membanderolnya dengan harga di bawah Rp200 juta untuk versi terendahnya. Sementara untuk versi tertingginya (VL) otomatis, dibanderol Rp261,9 jutaan. Bagaimana menurut Anda?


RRN/Mdc