Mahkota Bersejarah Kerajaan Jerman Bakal Dilelang

Administrator - Jumat,12 April 2019 - 11:47:37 wib
Mahkota Bersejarah Kerajaan Jerman Bakal Dilelang
Mahkota Faberge. cnni pic

Jakarta: Bagi anggota keluarga kerajaan, mahkota tak hanya sekadar hiasan kepala. Lebih dari itu, mahkota adalah simbol status sosial. Ingin memiliki mahkota seperti 'royal family'? Tampaknya kesempatan lelang satu ini tak boleh dilewatkan.

Pada 15 Mei 2019 mendatang rumah lelang Christie akan melelang mahkota yang dimiliki Kerajaan Jerman. Mahkota ini merupakan hasil kreasi desainer perhiasan Rusia, Faberge.

Mahkota dibuat pada 1904 sebagai hadiah pernikahan Frederick Francis IV, Grand Duke of Mecklenburg-Schwerin untuk sang istri, Princess Alexandra of Hanover and Cumberland. Keterlibatan Faberge dirasa tidak aneh sebab ibunda sang pangeran, Grand Duchess Anastasia Mikhailovna merupakan bangsawan Rusia sekaligus kolektor perhiasan karya Faberge.


Tak heran dia mendorong puteranya untuk memesan hadiah dari studio Faberge di St Petersburg. Mahkota ini tiba lebih lambat sebulan setelah pernikahan. Sebagaimana dirinci dalam surat-surat antara Rusia dan pengadilan Jerman, Frederick beralasan soal waktu pemilihan batu permata dan sketsa Faberge sempat hilang.

Proses panjang pun menghasilkan mahkota indah. Mahkota disemat dengan sejumlah batu aquamarine dan berlian di atas kerangka perak. Faberge pun memberikan detail berupa bunga-bunga berhias berlian.

Desain mahkota membubuhkan ikatan pita untuk menggambarkan cinta sejati. Ini pun dilengkapi dengan panah Cupid.


"Ini adalah mahkota yang benar-benar indah dengan sembilan aquamarine berkualitas," kata Max Fawcett, spesialis perhiasan di rumah lelang seperti sitat CNN Indonesia, Jumat (12/4/2019).

Untuk mendapatkan mahkota ini jelas tidak akan murah. Dilansir dari Express, estimasi harga untuk mahkota ini bervariasi mulai dari US$230ribu (sekitar Rp3,2miliar) hingga US$340ribu (sekitar Rp4,8miliar).

"Ada beberapa mahkota Faberge di dunia kini dan saat mereka tiba untuk lelang, mereka selalu mendapat perhatian lebih," ujar Fawcett.


RRN/CNNI