Kritikan PSI Bisa Ganggu Elektabilitas Jokowi

Administrator - Jumat,15 Maret 2019 - 19:57:28 wib
Kritikan PSI Bisa Ganggu Elektabilitas Jokowi
Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Foto: MI/Susanto

Jakarta: Kritikan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie terhadap partai politik nasionalis menuai polemik. Kritikan itu dianggap bisa mengganggu elektabilitas calon petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Apakah akan menganggu Jokowi ya bisa saja, tapi yang banyak komentar partai koalisi Jokowi sendiri kan,” kata Pengamat Politik dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri B Satrio, Rabu 13 Maret 2019.

Hendri berpendapat kritikan yang dilontarkan PSI terhadap partai nasionalis termasuk partai koalisi Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas dan popularitas partai. Namun kritikan cuma isu hanya berasal hasil survei bukan menjadi permasalahan pokok yang diperhatikan masyarakat Indonesia.

Tapi, saat ini permasalahan pokoknya adalah ekonomi dan lapangan pekerjaan. Harusnya, PSI berani masuk ke ranah isu premier ekonomi yakni bagaimana cara mengentaskan kemiskinan dan membuka lapangan kerja lebih banyak.

Hendri mengakui isu ekonomi terdengar lebih eksekutif. Namun, PSI yang mengusung kadernya sebagai calon anggota legislatif tentu harus memperbaiki apa yang menjadi masalah dalam ekonomi.

“Kenapa sih lebih fokus permasalahan di Medan itu dan bangga sekali? Kenapa tidak bahas Tolikara misalnya. Menurut saya, lebih tepat dilaksanakan karena akhirnya orang-orang akan terfokus apa yang disampaikan PSI ternyata bolongnya banyak,” ujarnya.

Di samping itu, Hendri mengatakan pemilu serentak 2019 memang semua partai politik memiliki dua kepentingan yakni bagaimana meloloskan wakilnya di DPR dengan ambang batas 4 persen termasuk meloloskan wakilnya ke DPRD dan meloloskan presiden yang diusung yakni Jokowi-Ma’ruf Amin.

“PSI mau tidak mau harus konsentrasi untuk menyelamatkan partai lolos ke parlemen dari 4 persen ambang batas. Makanya apa yang dilakukan kemarin itu, dia sangat individualis, dia berjuang sendiri untuk partainya. Ingin publik tau PSI beda, tapi pakai cara omong kasar ke parpol lain,” tandasnya.

Sebelumnya, Grace Natalie menganggap partai yang dipimpinnya berbeda dengan partai nasionalis lain. Partai nasionalis lain menurut Grace lebih banyak diam terkait kasus-kasus intoleransi dan diskriminasi belakangan ini.

"Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes? Mana suara Partai Nasionalis lain ketika pada 17 Desember, nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Katolik ditolak massa. Cuma Sekjen PSI yang menyampaikan kecaman!" kata Grace dalam pidatonya di Medan, Senin, 11 Maret 2019. RR/medcom