SBY: Ibu Ani Tidak 'Happy' Saya Dihina Agum Gumelar

Administrator - Jumat,15 Maret 2019 - 12:30:58 wib
SBY: Ibu Ani Tidak 'Happy' Saya Dihina Agum Gumelar
Ketum Demokrat SBY mendampingin istrinya, Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura karena sakit kanker darah. cnni pic

Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan istrinya, Ani Yudhoyono merasa tidak senang mendengar tudingan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar terhadap SBY.

Diketahui, Agum mempertanyakan sikap politik koleganya itu yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019, padahal dulu SBY menjadi salah satu yang meneken pemecatan Prabowo oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

"Nampaknya Ibu Ani merasa tidak happy dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai tidak punya prinsip," kata SBY dalam surat untuk internal Partai Demokrat yang dibenarkan oleh Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon, seperti sitat CNN Indonesia, Jumat (15/3/2019).


SBY mengaku tidak tega melihat Ani sedih, terlebih dia sedang berjuang melawan kanker darah. Sebagai pendamping setia Ani, SBY merasa sedih jika ada yang mengganggu hatinya.

Menurut SBY, Ani menyayangkan kritikan yang dilontarkan Agum karena mereka memiliki hubungan kekeluargaan yang baik.

"Bahkan, di samping Ibu Linda pernah bersama-sama mengemban tugas di pemerintahan selama 5 tahun, Ibu Ani juga sangat sayang kepada Ibu Linda Gumelar," ujar SBY.


Diketahui, Agum dan SBY adalah mantan jenderal TNI yang pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP). DKP dibentuk pada 1998 oleh Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto untuk mengusut kasus penghilangan paksa sejumlah aktivis yang menyeret Prabowo selaku Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus kala itu.

Dalam rekaman  sebuah diskusi Agum mengkritik dukungan SBY kepada Prabowo lantaran SBY termasuk salah satu dari tujuh anggota DKP yang ikut menandatangani surat rekomendasi berisi pemecatan terhadap Prabowo.

"Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tak punya prinsip itu orang," kata Agum dalam sebuah diskusi yang diunggah Ulin Yusron di akun Facebooknya, Senin (11/3).

Selain SBY dan Agum, DKP juga beranggotakan jenderal lain seperti Letjen Djamari Chaniago, Letjen Fachrul Razi, Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Arie J Kumaat, serta Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo sebagai Ketua DKP.


RRN/CNNI