Jelang Debat, Sandiaga Fokus Pembangunan Indonesia Sehat

Administrator - Jumat,15 Maret 2019 - 12:23:37 wib
Jelang Debat, Sandiaga Fokus Pembangunan Indonesia Sehat
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. cnni pic

Jakarta: Politikus Partai Gerindra Sumarjati Arjoso menyebut cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno akan memfokuskan diri pada pencegahan penyakit dalam upaya membangun Indonesia yang sehat. Hal ini dikatakan menjelang debat cawapres atau debat ketiga Pilpres 2019 pada Minggu 17 Maret nanti.

Sumarjati mengatakan, dalam pembangunan Indonesia sehat itu, Sandi bersama Prabowo Subianto menitikberatkan pada pencegahan orang sakit, sehingga bisa menurunkan jumlah masyarakat yang berobat atau dirawat ke rumah sakit.

"Prabowo-Sandi akan fokus pada pencegahan, sehingga menilainya bukan banyaknya kunjungan orang sakit, tetapi seberapa banyak orang yang bisa dicegah," kata Sumarjati di Jakarta, seperti sitat CNN Indonesia, Jumat (15/3/2019).


Diketahui dalam debat cawapres nanti, Sandi akan berhadapan dengan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Mereka akan beradu argumen dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan.

Pada debat nanti, lanjut Sumarjati, Sandi akan menitikberatkan pada pembangunan dan wawasan kesehatan. Sebab, bagi Sandi dan juga Prabowo, kesehatan sebagai modal utama dari setiap pembangunan.

"Semua pembangunan itu harus memperhatikan dampak pada kesehatannya. Misalnya hutan terbakar, dampaknya apa. Sungai-sungai banjir dampaknya apa. Semua harus diperhitungkan dampak kesehatan. Karena kesehatan adalah modal utama pembangunan," kata Sumarjati.


Selain itu, Sumarjati juga menambahkan, apabila Prabowo-Sandi terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, keduanya tidak hanya fokus pada persoalan penyakit menular.

Keduanya juga akan fokus mengatasi penyakit berat yang tidak menular yang saat ini dinilai semakin berkembang.

"Sekarang ini penyakit tidak menular itu semakin berkembang. Kanker, stroke, ginjal, diabetes dan sebagainya semakin berkembang sehingga membutuhkan biaya yang besar," kata dia.

"Karena itu harus ada tindakan promotif preventif upaya pencegahan sehingga penyakit itu tidak menjadi parah," ujar Sumarjati.


RRN/CNNI