Kapolda Tantang Pendemo

Administrator - Selasa,12 Maret 2019 - 15:01:03 wib
Kapolda Tantang Pendemo
Masyarakat suku Sakai Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir, Kampar melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang Gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (11/3/2019). Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mendatangi massa aksi yang menuntut p

PEKANBARU: Gabungan masa aksi dari Masyarakat Koto Aman, Kampar dan Masyarakat Suku Sakai mendatangi Gedung DPRD Riau, Senin (13/3). Kedua belah pihak sempat melakukan orasi di depan gerbang, meminta agar Gubernur Riau (Gubri)  H Syamsuar merespons tuntutan masyarakat. Di antaranya adalah dugaan penyerobotan lahan seluas 1.500 hektare. Sang orator menyebut masalah tersebut sudah disampaikan hingga ke Presiden. Namun belum mendapat penyelesaian sampai saat ini.


Tak berselang lama, masa kemudian memadati kedua areal gerbang gedung DPRD. Bahkan sempat mencegat rombongan Gubri yang hendak keluar pada saat itu. Namun aksi itu langsung ditindak aparat kepolisian yang sudah berjaga. Bahkan Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo juga ikut me­nemui massa aksi.


Kepada masyarakat, Kapolda meminta agar membuat laporan resmi kepada polisi. Bahkan Kapolda menantang pendemo untuk langsung mendatangi Polres atau Polda untuk melapor. Saat itu Kapolda nampak agak sedikit berang. Karena dalam melaksanakan aksi unjuk rasa, pendemo dinilai sudah mengganggu ketertiban umum.


“Unjuk rasa silakan. Tapi ada aturannya. Jangan sampai mengganggu ketertiban umum,” ujar Kapolda.


Jika dilihat dari kondisi jalan pada saat itu, perkataan Kapolda memang beralasan. Karena kondisi Jalan Sudirman, tepatnya di depan Gedung DPRD Riau mengalami kemacetan cukup panjang. Kapolda kembali menyinggung soal masalah yang dialami masyarakat Koto Aman. Menurut dia, jika memang ada dugaan kriminal seharusnya masyarakat berani melapor ke polisi.


“Saya sebagai Kapolda tahu permasalahan di Koto Aman. Tahu. Sangat tahu. Kalau Anda tidak puas ajukan ke pengadilan. Ada yang melapor ke pengadilan lapor kepolisi. Ayo saya tantang. Saya tantang kalian. Lapor ke Polres atau Polda. Ayo saya tantang. Tidak ada yang berani? Ayo yang berani sekarang ke Polres atau ke Polda. Laporkan masalah Koto Aman. 15 orang saya tunggu,” ucap Kapolda menantang massa aksi.


Kapolda juga menyebut bahwa pendemo tidak tahu permasalahan yang sebenarnya. Ia juga mengatakan jika masyarakat yang datang berdemo hanya dimanfaatkan seseorang atau golongan.


“Yang lari dari ruangan ini berarti kalian disuruh sama orang. Kalian disuruh. Anda tidak mengerti permasalahan sebenarnya. Dimanfaatkan oleh seseorang oleh pihak atau golongan. Kami polisi melindungi semua,” sebut Kapolda.

 

RRN//