Tips Meredam Emosi di Jalan ala Anthony Dio Martin

Administrator - Sabtu,02 Maret 2019 - 12:09:49 wib
Tips Meredam Emosi di Jalan ala Anthony Dio Martin
Pentingnya meredakan emosi dengan cepat di jalan. MI/Panca Syurkani. medcom.id pic

Jakarta: Kondisi di jalan yang tak menentu terkadang membuat emosi seseorang menjadi lebih cepat tersulut dan mudah meledak. Penting melakukan persiapan sebelum Anda berkendara, namun ada hal yang tak kalah penting lagi, yaitu mempersiapkan mental Anda saat berkendara.

Mental yang lemah akan membuat Anda mudah emosi terutama saat di jalan raya. Sebenarnya ada begitu banyak cara untuk mengendalikan emosi. Meredakan emosi sebelum berkendara adalah hal yang penting. Sebab, jika tidak cepat-cepat diatasi, emosi bisa berujung pada perkelahian di jalan bahkan kecelakaan. Lalu bagaimana cara terbaik untuk meredakan emosi saat di jalan?
 
Seperti sitat Medcom.id, Anthony Dio Martin, ahli psikolog membagi tipsnya bagaimana cara untuk meredakan emosi, terutama saat di jalan raya.


1. Tunda minimal 6 detik sebelum merespons
Berdasarkan hasil penelitian mengenai otak manusia (neuropsikologi), menunda respons selama 6 detik diperlukan ketika Anda emosi.

Jika kurang dari 6 detik, bagian otak yang mengendalikan emosi yakni amygdala akan berperan. Amygdala itulah yang membuat kita merespons secara refleks dengan memaki, mengumpat, hingga memukul.

"Nah, supaya respons refleks yang akhirnya disesali itu enggak muncul, caranya adalah dengan menunda minimal 6 detik," kata Anthony.
 
2. Ganti pikiran negatif dengan pikiran logis
Ingat, bukan ganti dengan yang positif tapi logis. Terkadang pikiran positif memang baik, tapi bisa saja tidak memiliki efek. Jadi akan lebih masuk akal jika Anda menggunakan pikiran logis seperti, "Kalau aku kejar dia dan umpat balik, buat apa? Toh enggak akan membuat dia bertobat. Lagi pula juga enggak kena mobilku kok." Itulah pikiran logis!
 
3. Terapkan teknik S-T-A-R
STAR ini adalah ilmu rahasia yang diajarkan dalam anger management. Lakukan mulai dari S (stop) dengan menghentikan aktivitas yang tengah dilakukan (tepatnya seperti mematung termasuk tahan napas yang akan membuat aliran emosi di otak terganggu.

Berikutnya T (take a deep breath) tarik napas. Langkah berikut, A (access positive memory) yakni memaksakan otak memikirkan hal yang positif. Mengapa? Ternyata pikiran yang positif akan menciptakan emosi yang berbeda. Jadi, proses itu memaksa pikiran beralih ke hal yang beda untuk sejenak. Terakhir adalah R (respons) yakni merespons apa yang sedang terjadi.
 
4. Gunakan jas hujan emosi
Ini merupakan teknik mengantisipasi. Jadi sebelum berangkat ataupun masuk ke dalam kendaraan, bayangkan diri kita sudah mengenakan jas hujan emosi. Katakan pada diri Anda, "Kalau ada yang mengumpat ataupun yang membuat saya marah di jalan, saya tidak akan terpengaruh," saran Anthony.
 
5. Ada penjaga mood
Terkadang, suasana hati yang buruk juga membuat seseorang menjadi mudah emosi di jalan. Nah, ada berbagai hal yang bagi beberapa orang bisa jadi pelega sekaligus penjaga mood atau emosi yang positif. "Mendengarkan musik yang menyenangkan, makan permen, ataupun mencium wangi-wangian tertentu di kendaraan yang dibawa," ucapnya.
 
6. Ciptakan self talk untuk menangkal pikiran emosional
Cara kerjanya, bayangkan ada semacam suara yang terus-menerus akan muncul tatkala kita mulai jengkel dan tidak terkendali. Bisa dibayangkan jika suara itu berasal dari diri kita sendiri, suara malaikat, atau suara orang yang kita kagumi sedang mengingatkan kita.

Tujuan self talk ini adalah mengingatkan kita dengan cara berpikir yang berbeda untuk melihat situasi yang memicu kita marah di jalan, dengan sudut pandang yang lain. "Sebenarnya inti dari teknik terakhir ini adalah gunakanlah rasiomu untuk mengontrol emosimu setiap saat agar tidak menjadi tak terkendali," tambahnya.


RRN/Medcom.id