Destinasi Surfing di Lombok Incaran Peselancar Dunia

Administrator - Senin,11 Februari 2019 - 15:43:44 wib
Destinasi Surfing di Lombok Incaran Peselancar Dunia
Ilustrasi. cnni pic

Jakarta: Dari kejauhan terlihat sekelompok turis mancanegara yang terombang-ambing di tengah lautan sambil telungkup di atas papan seluncur. Sesekali mereka mencoba berdiri menaklukkan ombak. Pemandangan tersebut terlihat di Pantai Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pantai Selong Belanak berjarak 49 kilometer atau memakan waktu tempuh sekitar dua jam dari Kota Mataram. Ombak di sini biasa diarungi oleh peselancar kelas pemula sampai kelas profesional. Namun khusus kelas pemula mereka akan ditemani pelatih.

"Untuk berlatih surfing ada tiga tahap, yakni, pemula, medium dan pro," kata salah seorang pramuwisata yang juga pengajar surfing di Pantai Selong Belanak, Iwan, seperti yang seperti sitat CNN Indonesia, Senin (11/2/2019).

Pria berusia 25 tahun yang sudah menekuni profesi sebagai pramuwisata sejak tiga tahun lalu ini juga menambahkan kalau kelas pemula diselenggarakan selama tiga kali seminggu dengan durasi per dua jam.

Jika mahir dalam tiga kali latihan, mereka sudah bisa masuk ke tahap medium.

Tentunya untuk setiap tahap itu, ketinggian gelombang untuk berlatih bervariasi. Seperti tahap pemula bisa pada ombak ketinggian antara satu sampai dua meter.

Sedangkan tahap medium sekitar tiga sampai empat meter. Sementara tahap pro di atas lima meter.

Sebenarnya, kata pria yang pernah kuliah bidang perhotelan itu, untuk tahap pemula diajarkan dahulu teknik mendayung menggunakan lengan sambil telungkup di papan selancar.

Kemudian perlahan-lahan berdiri mengatur keseimbangan saat ada gelombang.

Untuk mencapai tahap medium diperlukan ketekunan dan keberanian sambil memperhitungkan kondisi ombak.

"Jika sudah yakin, bisa naik ke tahap medium dari pemula," katanya.

Di tahap medium, latihannya pindah ke Pantai Mawi yang tak jauh dari Pantai Selong Belanak. Ketinggian ombak di sana antara dua sampai empat meter.

Kalau sudah pro, mereka dibawa berselancar di Pantai Bangko-Bangko, Lombok Barat, yang ketinggiannya ombaknya sekitar tujuh meter. Ombak di pantai ini masuk dalam kategori ombak surfing tertinggi di dunia.

"Saya pernah mencoba menemani surfer asal Thailand ke Bangko-Bangko, gelombangnya besar sekali," kata pria berambut gondrong kemerahan karena sering diterpa teriknya sinar matahari setiap hari.

Sementara itu, pramuwisata lainnya, Robi menyebutkan kebanyakan wisatawan yang ingin belajar surfing itu didominasi oleh mancanegara. Sedangkan minat wisatawan nusantara untuk belajar selancar terhitung minim sekali.

"Kebanyakan dari Jerman, Prancis, Belanda dan China," katanya.

Mereka mengutip bayaran untuk sekali berlatih selama dua jam, sebesar Rp250 ribu per orang yang sudah termasuk dengan sewa papan selancarnya.

Jika hanya ingin menyewa papannya saja Rp100 ribu.

Ombak yang menjadi magnet peselancar menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Pantai Selong Belanak.

Kedatangan peselancar dan turis umum lainnya membuka lapangan kerja di kampung sekitarnya. Tercatat ada sekitar 100 pramuwisata yang merupakan putra daerah setempat.

Jika sedang ramai wisatawan, Iwan dan kawan-kawannya bisa mengajarkan sampai tiga wisatawan.

"Satu hari kami bisa mengajarkan satu sampai dua wisatawan untuk bersurfing," kata Iwan.

"Kebanyakan mereka hanya berlatih satu kali saja, karena kebetulan tengah berwisata ke Selong Belanak," lanjutnya.

Bukan cuma pramuwisata yang mahir selancar, salah satu pemilik warung makan sekaligus penyewaan papan selancar, Safar, juga menikmati berkah serupa.

Safar membeli papan selancar untuk pemula sekitar Rp3 juta per unit dari Bali, sedangkan untuk papan selancar kelas pro harganya bisa mencapai Rp7 juta per unit.

Papan selancar untuk pemula dan pro memang berbeda.

Papan selancar pemula ukurannya lebih lebar dan terbuat dari bahan yang ada lapisan yang tidak licin. Sedangkan yang pro ukuran lebih kecil dan terbuat dari fiber.

Masyarakat di sekitar Pantai Selong Belanak berharap pemerintah melakukan promosi wisata untuk kawasannya.

Mereka juga meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan yang masih memprihatinkan.

"Utamanya soal promosi dan infrastruktur jalan. Jika sudah dipenuhi secara tidak langsung akan menambah pendapatan bagi masyarakat lokal serta membuka peluang kerja lebih banyak," kata Safar.


RRN/CNNI