Volvo Tarik Mobil dalam Waktu Berdekatan

Administrator - Kamis,07 Februari 2019 - 15:39:33 wib
Volvo Tarik Mobil dalam Waktu Berdekatan
Volvo XC60 model tahun 2019.cnni pic

Jakarta: Volvo Cars mengumumkan menarik 167.000 mobil di seluruh dunia karena masalah pintu belakang yang dioperasikan dengan elektrik.

Pengumuman ini hanya dua minggu setelah perusahaan otomotif asal Swedia itu menarik 219.000 kendaraan untuk memperbaiki potensi kebocoran bahan bakar di bagian mesin.

Seperti sitat CNN INdonesia, Kamis (7/2/2019), perusahaan mulai mengingatkan konsumen XC60 model 2018-2019 bahwa ada kerusakan pada bagian pintu belakang mobil tersebut. Dijelaskan Volvo, jika tidak segera diperbaiki bisa berpotensi menyebabkan "cedera".

"Dalam cuaca dingin, lengan penyanggah dapat terlepas, menimbulkan suara bising dan kehilangan fungsi," kata perusahaan.

"Ini adalah tindakan pencegahan untuk menghindari masalah di masa depan," kata Volvo.

Pelanggan yang mobilnya terlibat recall akan dihubungi pihak Volvo untuk segera mengunjungi bengkel untuk dilakukan perbaikan. Konsumen dipastikan tidak dikenakan biaya.

Volvo Cars --yang dimiliki oleh perusahaan otomotif asal China Zhejiang Geely Holding Group Co Ltd,-- sejak 2010 telah meraih keuntungan. Perusahaan kini mulai fokus pada kendaraan otonom (bergerak otomatis) dan yang ditenagai oleh motor listrik atau hybrid.

Volvo terus berinovasi salah satunya memperbanyak penggunaan limbah plastik untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Volvo Cars berkomitmen setidaknya 25 persen mobil keluaran terbaru Volvo akan menggunakan bahan daur ulang mulai 2025.

Stuart Templar, Direktur Volvo Cars mengatakan bahwa plastik daur ulang seperti dari jaring ikan atau botol bekas untuk material utama dasbor mobil dan karpet yang tidak akan mempengaruhi keselamatan atau kualitas.

"Kami pikir ini masuk akal untuk bisnis Volvo," kata Stuart kepada Reuters.

Banyak perusahaan besar sedang merancang produknya yang dapat didaur ulang termasuk rencana Volvo yang selangkah lebih maju dengan membangun lebih banyak bahan daur ulang ke lini produksinya.


RRN/CNNI