Empat Wajah Baru Orang Terkaya di Indonesia

Administrator - Jumat,14 Desember 2018 - 15:17:48 wib
Empat Wajah Baru Orang Terkaya di Indonesia
Arifin Panigoro kembali masuk dalam 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. FOTO: MI/Susanto/medcom.id

Jakarta: Sekurangnya saat ini ada empat pendatang baru meramaikan daftar 50 orang terkaya Indonesia 2018, menurut data versi majalah Forbes. Mayoritas semakin kaya oleh kenaikan harga saham perusahaan yang mereka miliki.

Dalam laporan yang dirilis kemarin, Forbes menyebut Danny Nugroho berhasil menembus kelompok 50 orang terkaya dan langsung menduduki peringkat 38. Ia membukukan kekayaan sebesar USD790 juta (sekitar Rp11,4 triliun) setelah nilai sahamnya di Capital Financial Indonesia naik nyaris dua kali lipat selama periode hampir setahun belakangan.

Forbes menetapkan minimum kekayaan sebesar USD600 juta untuk bisa masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia 2018. Nilai itu lebih besar USD150 juta jika dibandingkan dengan batas minimum yang disyaratkan pada 2017.

Pengembang properti Benny Tjokrosaputro (peringkat 43) juga memulai debut di daftar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan USD670 juta. Ia meraih tambahan kekayaan yang pesat dari hasil penawaran saham perdana perusahaan pariwisata Sinergi Megah Internusa pada Juli lalu.

Benny Tjokrosaputro memiliki 84 persen saham di Sinergi Megah Internusa yang kini terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan tersebut mengelola hotel mewah Lafayette Boutique Hotel di Yogyakarta senilai USD225 juta per November 2018.

Muka baru lainnya ialah Sabana Prawirawidjaja (peringkat 47). Pendiri PT Ultrajaya Milk Industry itu mencatatkan kekayaan USD640 juta di 2018.

Kemudian ada Kardja Rahardjo, pemilik PT Pelayaran Tamarin Samudra, membukukan kekayaan USD625 juta tahun ini sehingga dianggap layak menempati peringkat 48 daftar orang terkaya Indonesia.

Pemegang saham pengendali perusahaan minyak dan gas Medco Energi, Arifin Panigoro (peringkat 46), dengan kekayaan USD655 juta, kembali masuk daftar orang terkaya Indonesia setelah absen pada 2017.

Selain empat pendatang baru ditambah satu taipan yang kembali masuk dalam daftar, ada lima orang yang terlempar ke luar. Salah satunya Purnomo Prawiro. Kekayaan Purnomo terpangkas setelah nilai saham perusahaan yang dimiliki keluarganya, Blue Bird, jatuh lebih dari 25 persen setelah menghadapi tekanan pesaing dari perusahaan taksi daring seperti Grab.

Dalam menanggapi daftar orang terkaya itu, ekonom Indef, Bhima Yudhistira, mengatakan di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, kaum kaya cenderung lebih cepat melakukan diversifikasi dari komoditas ke sektor yang lain.

"Sementara itu, kaum kelas bawah masih terjebak di sektor komoditas perkebunan yang harganya jatuh," ujar Bhima mengutip medcom.id, Kamis, 13 Desember 2018.

Meningkatnya kekayaan segelintir pihak, menurut Bhima, tidak menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. "Golongan kaya ini masih superpower. Mereka naik sendiri, belum menciptakan multiplier effect ke kelompok masyarakat lainnya."

 


Ahl/RRN