KPK: Indonesia Butuh Orang-Orang Berintegritas

Administrator - Selasa,11 Desember 2018 - 19:23:01 wib
KPK: Indonesia Butuh Orang-Orang Berintegritas
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy/medcom.id

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pekerjaan rumah Indonesia saat ini adalah membangun karakter yang berintegritas. Indonesia diyakini bisa bersaing dengan bangsa lain jika sudah memiliki integritas tersebut.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengibaratkan integritas bisa dilihat saat seseorang diikat tangannya dan ditodong, kemudian dipaksa untuk membenarkan bila dua ditambah dua adalah lima.

Jika memiliki integritas, kata Saut, orang itu akan menjawab kebenaran meski ditekan atau diancam. "Orang-orang berintegritas akan menghadapi lingkungan yang sangat jahat untuk menyatakan kebenaran, seperti itulah kondisi diluar sana," kata Saut saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Antikorupsi di Jakarta, sebagaimana dikutip medcom.id Selasa, 11 Desember 2018.

Menurut Saut, ada nilai integritas yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini yaitu belajar jujur, adil, berani, tanggung jawab, sederhana, peduli, mandiri, kerja keras, dan disiplin. Di sisi lain, pendidikan karakter yang berintegritas bukan hanya tanggung jawab sekolah, guru, Kementerian Pendirian, Kementerian Agama, atau lainnya, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Untuk itu, Saut mengajak semua pihak membangun pendidikan berkarakter. "Mari kita bangun negeri ini dengan integritas yang baik dan benar, mari kita mulai lagi," ujarnya.

Saut optimistis dengan karakter yang berintegritas, bangsa Indonesia akan memiliki daya saing. Hal ini telah dilakukan bangsa Jepang, salah satu negara yang mampu bersaing karena memiliki karakter yang kuat.

"Seperti apa membentuk karakter, bahwa tujuan kita membentuk anak-anak kita memiliki daya saing dan mampu punya daya saing untuk bernegosiasi dengan bangsa lain, ini bukan soal bahasa Inggris. Ini soal karakter," ucap dia.

Rakornas Pendidikan Antikorupsi ini digelar sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi dengan mendorong diimplementasikannya pendidikan antikorupsi di setiap jenjang pendidikan. Implementasi tersebut diwujudkan dengan lahirnya kebijakan dari setiap kementerian terkait untuk menyisipkan pendidikan antikorupsi pada kurikulum pendidikan di Indonesia.

Dalam Rakornas yang berlangsung selama dua hari ini akan dilakukan penandatanganan komitmen implementasi pendidikan antikorupsi pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo; Menristek Dikti M Nasir; Mendikbud Muhadjir Effendy; dan Menag Lukman Hakim Saifuddin.


Ydh/medcom.id