Dua Legislator PDIP Diperiksa Terkait Meikarta

Administrator - Senin,03 Desember 2018 - 12:45:51 wib
Dua Legislator PDIP Diperiksa Terkait Meikarta
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto/medcom.id

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Hari ini, penyidik memeriksa Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti.

Selain memeriksa Jejen, diperiksa pula legislator dari Fraksi PDIP lainnya, yakni anggota DPRD Jawa Barat Waras Wasisto. Keduanya diperiksa untuk tersangka yang sama.

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NR (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah seperti mengutip medcom.id, Senin, 3 Desember 2018.

Staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Ida Dasuki juga dijadwalkan diperiksa. Ia akan diperiksa untuk tersangka Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati.

Kemudian, satu konsultan bernama Fitradjaja Purnama turut diperiksa untuk tersangka Taryudi selaku Konsultan Lippo Grup. Kendati demikian, Febri belum membeberkan informasi apa yang akan digali dari keempat saksi tersebut.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin serta delapan orang lainnya sebagai tersangka. KPK terus mendalami skandal suap yang disebut melibatkan Lippo Group ini.


Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro; CEO Lippo Group James Riady; dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini. Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya sejumlah pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.
 
Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Bupati Neneng. Pertemuan dilakukan dengan alasan silaturahmi persalinan.

Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng. Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di area Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara, PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

 

Uwa/medcom.id