Wakil Rakyat Pinjam Uang ke BUMD di Siak, Jumlahnya Rp 250 Juta

Administrator - Kamis,01 November 2018 - 14:37:03 wib
Wakil Rakyat Pinjam Uang ke BUMD di Siak, Jumlahnya Rp 250 Juta
Kantor DPRD Siak. Foto: seputarriau.co

Siak: Beredar informasi ada anggota DPRD Siak yang mengajukan peminjaman uang atau kredit tanpa agunan ke BUMD Siak, PT Permodalan Siak (Persi) sejumlah Rp 250 juta.

Sedikitnya ada dua anggota DPRD Siak beda fraksi yang mencairkan anggaran tersebut.

Menurut data TRIBUNSIAK.COM "Keduanya anggota DPRD yang sudah senior. Mereka dari partai berbeda dan menjabat dipartainya," kata sumber tribun, Kamis (1/11/2018).

Dia menduga, peminjaman uang ke PT Persi tersebut non prosedural.

Apalagi kedua oknum anggota DPRD tersebut diketahui maju kembali pada bursa Caleg 2019 untuk DPRD Siak.

"Kalau mengikuti prosedur tentu tidak mungkin bisa tanpa agunan," kata dia.

Dikonfirmasi kepada Direktur PT Persi, Husni Merza pada Kamis (1/11/2018), ia belum memberikan jawaban pasti.

Alasannya mengecek terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

Pada Jumat (2/11/2018), Husni Merza memberikan jawaban, tidak ada pencairan Rp 300 juta kepada anggota DPRD Siak atau nasabah lain.

Namun bagi 2 anggota DPRD Siak dimaksud benar melakukan peminjaman sebesar Rp 250 juta.

"Peminjaman tertinggi yang bisa kami cairkan hanya Rp 250 juta," kata dia.

Dia juga membantah untuk pencairan anggaran kepada kedua anggota DPRD Siak tersebut tetap pakai agunan.

Agunan berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah dan tanah.

"Sejak 2012 kita tidak pernah lagi memberikan pinjaman tanpa agunan. Bahkan, kategori orang- orang tertentu, kita tingkatkan agunannya seperti harus SHM. Kemudian ada pengikatan hak tanggungan," kata dia.

Ia menjelaskan, anggota dewan yang meminjam juga harus ada usaha.

"Sejauh dia bisa membuktikan dan usahanya layak, ya kita berikan. Khusus untuk dewan kita minta jaminan hak tanggungan, tidak hanya dengan agunan semata," kata dia.

Husni Merza juga mengatakan, ada orang-orang tertentu yang mengajukan pinjaman namun membawa-bawa nama anggota dewan dan pejabat.

"Orang yang direkomendasikan dewan atau pejabat lain itu selalu kami cek, bahkan ceknya double. Kita melihat tidak melihat dia tidak Pede, sehingga membawa nama pejabat daerah,"kata dia.

Selain itu, anggota dewan yang pernah meminjam juga dilaihkan kepada nama istrinya.

Sedangkan pembayaran cicilan dengan potong gaji langsung, hingga saat ini ada 4 anggota DPRD Siak.

Dua di antaranya adalah orang yang diinformasikan melakukan pencairan tanpa agunan tersebut.

"Ada 4 orang anggota dewan kita saat ini yang melakukan pinjaman dengan pembayaran potong langsung gajinya," kata dia.

 


sumber: pekanbaru.tribunnews.com