Gedung DPRD Siak Tidak Terawat

Lsm Pertanyakan Dana Pemeliharaan Gedung DPRD Siak

Administrator - Jumat,25 Mei 2018 - 11:24:35 wib
Lsm Pertanyakan Dana Pemeliharaan Gedung DPRD Siak
Kondisi plafon gedung DPRD Siak yang bolong. Tampak papan berpaku bagian dari plafon yang jatuh hampir mengenai salah satu wartawati. Foto: Halloriau.com

Siak: Kondisi Bangunan DPRD Siak Memprihatinkan, Mulai Cat Mengelupas hingga Plafon Jatuh.

Kondisi bangunan DPRD Kabupaten Siak terlihat memprihatinkan. Tampak bagian plafon bangunan sudah usang dan bolong.

Cat pada beberapa dinding tembok bangunan juga tampak sudah terkelupas. Salah seorang wartawati, Diana nyaris terkena serpihan papan plafon yang jatuh di dekatnya saat ia berjalan menuju parkiran baru-baru ini.

"Tadi saya mau ke parkiran motor, pas saya lewat, tiba-tiba papan triplek plafon yang di atas itu jatuh di depan saya. Ketika saya lihat papan tersebut juga dipenuhi beberapa paku, dan saya lihat ke atas, ternyata plafon bangunan sudah banyak yang bolong," sebutnya.

Lanjutnya, hal tersebut bisa saja terulang kembali dan melukai orang lain, karena papan plafon yang terpasang sudah tampak lapuk dan memungkinkan untuk jatuh kembali.

Saat dikonfirmasi kepada Kabag Rumah Tangga H. Samsir, mengenai hal tersebut, ia menyebutkan jika tidak ada biaya perawatan untuk plafon bangunan dan itu termasuk ke dalam rehabilitasi bangunan.

"Itu dah dari zaman dulu lagi, dan perawatan itu terbagi-bagi, bukan untuk di atas. Perawatan itu untuk WC, untuk pembuangan. Untuk plafon tidak ada, kalau itu bukan perawatan lagi tu, itu rehabilitasi, tapi saat ini belum ada,"jelasnya, mengutip halloriau.com Rabu (14/3/2018).

Berdasarkan pantauan, bangunan DPRD Kabupaten Siak memang terlihat kurang terawat. Tak hanya soal plafon yang lapuk, ornamen berciri khas melayu di bagian depan gedung juga tampak sudah pudar, cat dinding di beberapa tembok juga terlihat mengelupas.

Gedung DPRD Kabupaten Siak, sekilas dari luar terlihat berdiri megah. Namun tak disangka setelah memasuki pekarangan hingga sejumlah ruangan ada tampak pemandangan yang tidak mestinya dipertontonkan, seakan tak berpenghuni. Kondisi ini, Lsm Gerhana mempertanyakan Dana Pemeliharaan gedung DPRD Siak.

Seperti dikutip dari sergaponline.com dan berbagai sumber lainnya, Kamis (23/5/18) terlihat seperti dipekarangan terdapat dua air mancur disisi kiri dan kanan Gedung, air mancurnya dalam kondisi mati total.

Ironisnya lagi, Lift yang terdapat di gedung itu juga mati total dan terlihat memprihatikan. Untuk Lift jalur satu misalnya terlihat dalam posisi terbuka begitu saja, pintunya diganjal menggunakan sebuah benda dengan kondisi dinding lift cukup memprihatinkan tidak terawat.

Tidak jauh beda dengan kondisi lift jalur satu diatas, untuk lift jalur dua ini juga pintunya dalam posisi terbuka seakan dibiarkan begitu saja. Kedua jalur lift ini terlihat sama sekali tidak dialiri listrik alias mati total.

Tidak hanya itu, jika kita masuk di lantai II Gedung terhormat ini, kembali menemukan pemandangan yang tidak semestinya.

Misal, pada plafon tepatnya di pintu utama masuk gedung, dibeberapa titik plafonnya terbuka dalam kondisi menganga sehingga asbesnya sebagian bergantungan.

Menyikapi hal ini, Ketua Harian DPN GERHANA, Tommy FM, SH, cukup prihatin dan menyayangkan bisa sampai sedemikian kondisi Gedung DPRD Siak beberapa tahun terakhir.

"Kita prihatin dan menyayangkan. Itu gedung rakyat yang wajib dipelihara. Barangkali ini menjadi evaluasi juga bagi pemerintah kabupaten siak. Untuk apa dibuat gedung besar-besar namun tidak sanggup untuk dirawat, akhirnya mubajir begini," kata Tommy FM sebagaimana mengutip sergaponline.com, Jumat (25/5) siang di Pekanbaru.

Tommy FM kemudian menyinggung soal fasilitas lain seperti Lift yang memprihatinkan. "Coba seperti Lift, nilainya dulu mencapai milyaran rupiah, kondisinya saat ini cukup prihatin. Itu uang rakyat, kenapa dibiarkan begitu saja," terangnya lagi. Pihaknya memastikan dana pemeliharaan gedung DPRD Siak tidak dilaksanakan secara optimal.

"Gedung sebesar itu, pasti ada dana rutin pemeliharaannya setiap tahun. Pertanyaannya, benarkah direalisasikan atau tidak. Media perlu menelusurinya. Jika nantinya ada indikasi kuat dugaan penyimpangan, Lsm kita siap mengambil sikap, untuk melaporkan pihak terkait yang terlibat," tegas Tommy FM, SH.

 


halloriau.com/sergaponline.com