Risiko Kehamilan di Atas 35 Tahun

Administrator - Rabu,28 November 2018 - 03:20:10 wib
Risiko Kehamilan di Atas 35 Tahun
Biasanya umur yang semakin tua berpengaruh pada kondisi medis dan kromosom pada kandungan. Foto: Freestocks.org/Unsplash.com/medcom.id

Jakarta: Era kini siapapun bisa bersaing mendapatkan pekerjaan. Baik itu laki-laki maupun perempuan.

Tak ada lagi ketentuan bahwa perempuan mesti menjadi ibu rumah tangga. Atau laki-laki harus menjadi tulang punggung keluarga.

Sampai-sampai, banyak pasangan muda yang hanya melakukan pernikahan, namun baru memikirkan momongan ketika usia memasuki pertengahan 30-an.
 
Tentu saja, itu hak setiap orang. Namun melansir Parents/medcom.id, ada risiko ketika Anda mengandung di atas usia 35 tahun.

1. Resiko keguguran
Mengandung pada usia di atas 35 tahun beresiko pada keguguran. Biasanya umur yang semakin tua berpengaruh pada kondisi medis dan kromosom pada kandungan. 

Namun, menurut seorang direktur medik, Alan Fleiscman, hal tersebut hanya berupa label. Bukan berarti semua kandungan di atas 35 tahun pasti memiliki risiko tersebut. "Ini hanya label, bukan diagnosis. Namum memang, kehamilan tua harus melakukan latihan prenatal," kata Fleiscman melansir Parents/medcom.id 27 November 2018.

2. Diabetes Gestasional
Perempuan yang hamil di atas 35 tahun juga berisiko terserang diabetes gestasional. Hal itu terjadi karena kurangnya suplai darah ke plasenta.

Meski begitu diabetes gestasional dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Selain itu diabetes tersebut juga bisa diatasi dengan olahraga yang teratur.

3. Komplikasi kelahiran
Usia kandungan di atas 35 tahun juga berisiko pada komplikasi kandungan. Biasanya, semakin bertambah usia, semakin perempuan berisiko terserang plasenta previa.

Keadaan tersebut terjadi karena plasenta yang menghalangi leher rahim (serviks). Jika hal itu terjadi, biasanya dokter merekomendasikan kelahiran dengan metode cesar.

 

Tin/medcom.id