KPK Bidik Korporasi di Suap Meikarta

Administrator - Rabu,07 November 2018 - 04:35:37 wib
KPK Bidik Korporasi di Suap Meikarta
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief - MI/Rommy Pujianto/Mtvn

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Bekasi. Salah satu yang diselisik yakni keterlibatan korporasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).

 

Hari ini Direktur Keuangan PT MSU Hartono dipanggil penyidik. Dari Hartono, penyidik mengonfirmasi proses hingga uang suap yang diduga berasal dari sejumlah korporasi.

 

"Itu pasti akan diteliti karena berdasarkan informasi-informasi itulah kita akan tetapkan langkah berikutnya," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief pada media setempat di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

 

Laode tak menutup kemungkinan kasus suap Meikarta ini bakal menjerat perusahaan yang terlibat. Tak terkecuali, Lippo Group dan PT MSU, sebagai pemilik proyek bernilai investasi sebesar Rp278 triliun tersebut.

 

"Semuanya ada kemungkinanya untuk itu ya," ujarnya.

 

Di sisi lain, Laode mengakui hingga kini pihaknya masih mendalami lebih jauh asal uang suap Lippo Group untuk memuluskan proyek Meikarta. Informasi itu, kata dia, dibutuhkan sebagai bukti kuat untuk menjerat Lippo Group atau PT MSU sebagai tersangka.

 

"Iya, sampai sekarang kita masih berupaya untuk mengetahui asal muasalnya dan saya belum bisa jelaskan sekarang," kata dia.

 

KPK tengah menelusuri sumber uang suap Meikarta yang diduga berasal dari Lippo Group. Hingga kini, sejumlah pejabat Lippo Group yang sudah masuk ruang penyidikan yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

 

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni, dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

 

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

 

Secara keseluruhan nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

 

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

 

 

 

REN/Mtvn