Anak Panah Ditemukan di Rumah Pelaku Bom Surabaya

Administrator - Rabu,16 Mei 2018 - 22:06:59 wib
Anak Panah Ditemukan di Rumah Pelaku Bom Surabaya
Ledakan di gereja Surabaya. REUTERS/Beawiharta/Cnni

Jakarta: Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah tempat tinggal terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (13/5).

 

Rumah keluarga terduga peledakan bom di tiga gereja itu berlokasi di Wisma Indah blok K22 RT 02 RW 03 Kelurahan Wonorejo Rungkut Surabaya, dihuni oleh DU bersama isterinya PK dan empat orang anak yang bernama YF, FH, Fa, serta PR.

 

Polisi menemukan sejumlah anak panah dan bahan baku pembuat bom berdaya ledak tinggi.

 

"Setelah itu dilakukan pengecekan ditemukan tiga bungkusan plastik yang di dalamnya ada dua pipa dan sudah ada isinya dan dikenal dengan bom jenis TATP atau Three Asseton Three Poropsaid dan kemudian langsung diledakan dan dicerai-beraikan," tutur Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan. 

 

Rudi mengatakan Tim Labfor Inafis dan penyidik Densus 88 sedang masuk ke dalam rumah untuk melakukan penyidikan dan olah tempat kejadian perkara. 

 

"Tadi saya juga sempat masuk ke dalam rumah dan menemukan Styrofoam, yang digunakan di bom gereja di jalan Arjuna. Styrofoam itu fungsinya untuk memperbesar pembakaran," katanya. 

 

Kata Rudi, kondisi di dalam rumah itu sudah berantakan dan di bagian dalam rumah ada busur Panah dan beberapa anak panah.

 

Ada juga beberapa dokumen yang sedang dikumpulkan, berupa buku, tulisan dan pesan-pesan. dari keterangan Tim Olah TKP dari Jibom dan Densus 88, diperkirakan bom itu dirakit di rumah tersebut.

 

"Bom yang ditemukan di rumah pelaku jenisnya sama dengan yang meledak di tiga gereja, yaitu mempunyai daya ledak yang tinggi. Dan saat ini kondisi dalam rumah pelaku tersebut sudah clear," katanya. 

 

"Kami mohon waktu supaya tim bisa bekerja untuk meneliti setiap barang yang ditemukan di rumah pelaku," ujarnya.

 

Menurut penuturan sejumlah warga, sebelum melakukan aksi DU terlihat terakhir melaksanakan salat subuh berjamaah di musala Al Ikhlas di area Perumahan, Minggu pagi.

 

DU sehari-hari dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang produksi minyak kemiri. 

 

Sedangkan isteri DU, PK sering menggunakan cadar ketika sedang keluar atau menemui seseorang. Dia merupakan ibu rumah tangga dan dalam dua bulan terakhir ini tidak mengikuti kegiatan Arisan RT serta kegiatan PKK.

 

PK dulu tinggal di jalan Tembok Sayuran Kali Butuh Surabaya dan bekerja di salah satu rumah sakit Surabaya sebagai tenaga medis atau perawat.

 

Dia selanjutnya pindah ke Perum Wisma Indah Surabaya pada pada tahun 2012 dan pada tahun 2014 pindah tetap di perum wisma Indah blok K22 hingga sekarang.

 

Sedangkan untuk YF, adalah anak sulung dari DU dan PK, dan saat ini masih duduk di bangku SMA. Selanjutnya FH, anak kedua dari DU dan PK masih duduk di bangku SMP.

 

FS merupakan anak ketiga, berjenis kelamin perempuan dan masih sekolah kelas V SD. Selanjutnya, FR merupakan anak keempat, dan masih duduk di kelas 2 SD.

 

Dik/cnni