Pangeran Johor Traktir Belanja Rp3 Miliar, Swalayan Kacau

Administrator - Jumat,13 April 2018 - 22:51:51 wib
Pangeran Johor Traktir Belanja Rp3 Miliar, Swalayan Kacau
Ilustrasi. REUTERS/Enny Nuraheni/Cnni

Jakarta: Pangeran putra mahkota Johor, Malaysia, membuat sensasi dengan merogoh kocek 1 juta ringgit atau Rp3 miliar untuk mentraktir masyarakat yang belanja di mal dalam satu hari.

 

Keesokan harinya, pada Kamis (12/4), orang-orang berdatangan ke sebuah supermarket karena mendengar sang pangeran akan kembali mentraktir warga. Namun, ternyata kali ini kabar itu palsu alias hoaks.

 

Menurut media Malaysia, lebih dari 1.000 orang membanjiri supermarket Econsave di Pontian meski Pangeran Tunku Ismail Sultan Ibrahim sudah dinyatakan tidak akan datang.

 

Dikutip Malay Mail, manajer operasi Econsave Mas Imran Adam mengatakan rumor kedatangan Tunku Ismail disebarkan lewat pesan suara di media sosial.

 

Polisi telah mengonfirmasi kabar itu palsu dan mendatangi lokasi untuk membantu membubarkan massa. Walau demikian, kata Mas Imran, beberapa warga masih berharap Pangeran datang hingga siang hari.

 

Mas Imran mengatakan kini pihaknya mesti menghabiskan waktu hingga dua hari untuk menyusun ulang barang-barang yang sempat dibawa pengunjung tapi tak jadi dibeli. 

 

Sementara itu, supermarket Aeon Tebrau di Johor kesulitan membuka kembali tokonya setelah diborong habis oleh Sang Pangeran. Toko tersebut baru dibuka pada tengah hari.

 

Straits Times melaporkan hanya bagian sayuran dan ikan yang buka untuk publik pada Kamis sore, sementara sisanya masih belum bisa diakses. Para pegawai tampak mengisi kembali persediaan barang jualannya.

 

Pada Rabu, Tunku Ismail dan istrinya, Che Puan Khaleeda Bustamam, datang pada sekitar 18.45 dan langsung masuk ke dalam supermarket. Dia kemudian mengumumkan akan mentraktir orang-orang yang ada di sana.

 

Tunku Ismail memberikan uang 3.000 ringgit untuk setiap orang yang berbelanja di sana. Situasi pun kacau balau, sementara orang-orang membawa hingga tiga troli dan berebut belanjaan.

 

AAL/Cnni