Q4 2017 Pasar Smartphone Indonesia, Lenovo Ditendang Vivo

Administrator - Rabu,04 April 2018 - 22:35:54 wib
Q4 2017 Pasar Smartphone Indonesia, Lenovo Ditendang Vivo
Ilustrasi. GETTY IMAGES/Mtvn

Jakarta: IDC (International Data Corporation) merilis data pengamatan pasar smartphone di Indonesia Q4 2017. Tidak ada perubahan di posisi pertama, tetapi di posisi lima ada perubahan yang cukup menarik.

 

Lewat penjelasan tabel yang menampilkan perbandingan posisi lima besar smartphone terpopuler di Indonesia antara Q4 2017 dan Q4 2016, terlihat terjadi pergeseran di posisi ke-3 hingga ke-5.

 

Pada posisi pertama masih diisi Samsung dengan market share meningkat dari Q4 2016. Hal yang sama juga dialami Oppo yang duduk di posisi dua. Posisi ke-3 hingga ke-5 mengalami pergolakan.

 

Posisi ke-3 Q4 2017 diduduki Advan dengan porsi pasar sebanyak 7,7 persen, merebut ASUS yang di Q4 2016 duduk di posisi tersebut dengan porsi pasar sebesar 10,5 persen. ASUS justru kini duduk di posisi ke-4 dengan porsi pasar 6,5 persen yang di Q4 2016 diduduki Advan.

 

Menariknya, Lenovo kini tertendang dari posisi lima besar vendor smartphone terpopuler di Q4 2017. Apabila di Q4 2016 Lenovo duduk di posisi ke-5 dengan porsi pasar 5,6 persen, kini posisinya di Q4 2017 digantikan oleh Vivo dengan porsi pasar sebanyak 6,0 persen.

 

IDC mencatat bahwa di Q4 2017, total pengiriman smartphone ke Indonesia mencapai 7,8 juta unit, dan angka tersebut merupakan penurunan sembilan persen dibandingkan pertumbuhan tahunan.

 

"Kuartal keempat biasanya selalu menjadi puncak tertinggi pengiriman unit smartphone ke pasar sejak tahun 2013. Namun di tahun 2017 hal tersebut berubah. Sebagian besar vendor smartphone biasanya akan melakukan pengiriman dalam jumlah banyak menjelang event akhir tahun dan Harbolnas, namun tidak untuk periode ini," ungkap Associate Market Analyst, Client Devices, IDC Indonesia Risky Febrian.

 

Menurut Risky, implementasi kebijakan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) di awal 2017 serta peningkatan kadar TKDN dari 20 persen menjadi 30 persen tidak begitu memberatkan vendor smartphone  besar. 

 

Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila Samsung masih bisa menjaga posisinya. Oppo sendiri dinilai mampu naik dari beberapa tahun lalu hingga sekarang, menduduki posisi kedua berkat strategi pemasaran yang menggandeng selebritis dengan sangat agresif, cara yang juga mulai ditiru Vivo.

 

Tentang peningkatan Advan di dalam posisi lima besar dan berhasil menggeser ASUS, menurut Risky hal tersebut tercapai karena Advan mampu mengejar fitur-fitur terkini dan menghadirkannya di perangkat mereka yang juga masih dibanderol dengan harga terjangkau. 

 

Justru, posisi ASUS yang tergeser Advan dinilai karena perangkat-perangkat terbaru ASUS kurang mendapat respons baik dari pasar ketimbang versi perangkat sebelumnya. Perihal hilangnya Lenovo dari daftar lima besar, IDC sendiri tidak memberikan komentar. Harus diakui, eksistensi Lenovo di Indonesia semakin redup sejak nama Motorola kembali bersuara.

 

mmi/mtvn/rrn