Gerak Rupiah Pagi Positif ke Rp13.758/USD

Administrator - Rabu,04 April 2018 - 21:58:07 wib
Gerak Rupiah Pagi Positif ke Rp13.758/USD
Ilustrasi. Medcom.id

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi tercatat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.764 per USD. Meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok memberikan aura positif terhadap nilai tukar rupiah.

 

Mengutip Bloomberg, Rabu, 4 April 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka menghijau ke Rp13.758 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.753 hingga Rp13.764 per USD dengan year to date return di minus 1,54 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.562 per USD.

 

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 389,17 poin atau 1,65 persen, menjadi ditutup di 24.033,36 poin. Indeks S&P 500 meningkat 32,57 poin atau 1,26 persen, menjadi berakhir di 2.614,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 71,16 poin atau 1,04 persen, menjadi 6.941,28 poin.

 

Pasar ekuitas AS merosot pada Senin 2 April, hari perdagangan pertama pada April, karena kekhawatiran tentang masalah perdagangan dan penurunan tajam dalam sektor teknologi membebani pasar. Dow kehilangan lebih dari 450 poin ketika pasar ditutup, sementara teknologi-berat Nasdaq terhapus lebih dari 2,7 persen.

 

Dalam berita perusahaan, saham Amazon kembali menguat hampir 1,5 persen pada Selasa 3 April, setelah turun lebih dari lima persen di sesi sebelumnya. Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu menyerang Amazon untuk penipuan USD Postal Service, menambahkan perusahaan jasa itu kehilangan miliaran dolar pengiriman paket untuk raksasa e-commerce.

 

Para investor juga memantau perkembangan hubungan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Tiongkok menangguhkan konsesi tarif atas 128 item produk-produk AS termasuk daging babi dan buah-buahan mulai Senin 2 April, menurut Departemen Keuangan.

 

Pernyataan itu mengatakan bahwa langkah itu adalah tindakan balasan sebagai tanggapan atas langkah AS sebelumnya untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium. Tentu diharapkan tidak terjadi perang dagang antara AS dengan Tiongkok karena hal itu bisa memberikan efek negatif.

 

Mtvn/Abd