DUA KENYATAAN

Administrator - Senin,02 April 2018 - 22:21:05 wib
DUA KENYATAAN
Ilustrasi: Di usianya yang masih tergolong muda, wanita bernama Wendy ini mengaku bayinya berhak mendapatkan yang terbaik, tapi bukan darinya. banjarmasinpost.co.id

NATS: Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

 

Betapa sedihnya ketika sebuah keluarga melihat seorang anak mereka meninggalkan iman yang telah dianutnya sejak kecil. Dan yang lebih buruk lagi adalah melihat kesedihan menggantikan sukacita yang dahulu dimiliki anak itu.

 

Seorang wanita melihat anak perempuannya meninggalkan Allah yang penuh kasih dan bisa diandalkan, lalu berpaling pada kehidupan yang penuh dosa dan pemberontakan. Tetapi kemudian anak itu kembali pada jalan penuh sukacita bersama Yesus. Ekspresi kesedihan dan kehampaan yang ia pancarkan selama ia berpaling dari Allah berubah menjadi kegembiraan yang tampak jelas dan penuh sukacita ketika ia kembali pada persekutuan dengan-Nya. Sang Ibu mengatakan bahwa perubahannya bagaikan menghidupkan lampu yang menghalau kegelapan.

 

Dalam Yohanes 10:10, kita membaca perbedaan antara sukacita kehidupan bersama Yesus dan kecemasan hidup bersama Setan. Setan dengan penuh tipu muslihat datang sebagai “malaikat terang” (2 Korintus 11:4), tetapi ia ingin menghancurkan kita. Ia digambarkan sebagai pencuri yang mencuri, membunuh, dan membinasakan. Sebaliknya, Yesus ditampilkan sebagai Pribadi yang memberi kehidupan, yakni hidup penuh kelimpahan.

 

Dua kenyataan ini terus-menerus berperang untuk merebut hati kita. Kita memiliki pilihan: cahaya hidup bersama Yesus atau lembah kekelaman dalam tipu muslihat iblis. Hidup atau mati? Terang atau gelap? Kepuasan atau kecemasan? Keduanya memperebutkan kita.

 

Siapa yang Anda pilih untuk hidup Anda? Pencuri atau Penyelamat? --Dave Branon

 


KEBENARAN ALLAH ADALAH PERLINDUNGAN TERBAIK
TERHADAP TIPU MUSLIHAT SETAN




Berita Terkait