PSI Nimbrung Komentari Prabowo soal Indonesia Bubar 2030

Administrator - Selasa,27 Maret 2018 - 00:43:15 wib
PSI Nimbrung Komentari Prabowo soal Indonesia Bubar 2030
Ketum PSI Grace Natalie percaya Indonesia masih ada sampai ratusan tahun lagi, sehingga pernyataan Indonesia bubar pada 2030 berarti Prabowo tak punya harapan. Cnni

Jakarta: Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menilai anggapan Indonesia bubar 2030 hanya dimiliki oleh orang yang tidak punya harapan terhadap Indonesia.

 

Pernyataan Grace tersebut menanggapi video pidato politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diunggah melalui akun Facebook Partai Gerindra, 19 Maret 2018.

 

Dalam video tersebut, Prabowo menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030 akibat ketimpangan pembagian kekayaan dan tanah. Prabowo mengaku mendasarkan itu dari buku yang menjadi rujukannya.

 

Grace mengklaim bersama rekan-rekannya di PSI masuk ke kancah politik nasional dan memperjuangkan berbagai hal karena percaya bahwa Indonesia masih akan ada sampai ratusan tahun lagi.

 

"Jadi kalau kemudian ada yang bilang Indonesia akan runtuh dalam waktu dekat, itu berarti dia tidak punya harapan. Berarti dia tidak punya harapan yang positif untuk Indonesia," ujarnya saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI di Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

 

Grace beranggapan bahwa masa depan bangsa ini bergantung pada perjuangan yang dilakukan oleh setiap individu di negeri ini, bukan ditentukan oleh takdir.

 

Karena itu, menurutnya, hal yang penting untuk dilakukan demi menjamin masa depan Indonesia adalah terus berjuang dan memiliki harapan positif.

 

"Daripada percaya atau nggak percaya (Indonesia akan bubar), lebih baik kita berjuang aja dan punya harapan positif, karena nasib itu ada di tangan kita," ujar dia.

 

Sebelumnya, dalam kanal Gerindra TV di YouTube yang diunggah pada 19 September 2017, Prabowo menyebut pula soal bubarnya Indonesia pada 2030 sembari menenteng buku 'Ghost Fleet' karya Peter Warren Singer dan August Cole.

 

"Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi," ujarnya, di depan mahasiswa-mahasiwa Universitas Indonesia.

 

Pada video itu, tampak tulisan acara Bedah Buku bertajuk "Nasionalisme Sosialisme Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo", Senin, 18 September 2017, Auditorium FIB UI Depok, pada backdrop panggung. 

 

Osc/Cnni