KPK Tahan Keponakan Novanto

Administrator - Sabtu,10 Maret 2018 - 21:59:54 wib
KPK Tahan Keponakan Novanto
Tersangka korupsi KTP-el Irvanto Hendra Pambudi. ANT/Wahyu Putro/mtvn.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka korupsi KTP-el Irvanto Hendra Pambudi (IHP). Keponakan terdakwa Setya Novanto ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur.

 

"Ditahan di Rutan Guntur selama 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi awak media setempat, di Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

 

Irvanto yang diperiksa hampir tujuh jam itu bergeming saat keluar dari Gedung KPK. Pria yang mengenakan rompi tahanan itu tak mau menjawab pertanyaan awak media dan buru-buru masuk ke mobil tahanan yang sudah terparkir di pelataran KPK.

 

KPK sebelumnya menetapkan mantan Direktur PT Murakabi Irvanto Hendra Pambudi (IHP) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan pemilik PT OEM Investment Made Oka Masagung (MOM).

 

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti permulaan yang didapat dari hasil pemeriksaan dan fakta-fakta yang muncul dalam persidangan beberapa terdakwa yakni Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang telah divonis bersalah.

 

Dari bukti permulaan itu, diduga kuat Irvan dan Made Oka bersama dengan Novanto, Anang Sugiana, Andi Narogong, Irman, serta Sugiharto telah memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi. Sehingga, negara mengalami kerugian hingga Rp2,3 triliun dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

 

Dalam kasus ini, Irvan diduga ikut mengatur proses pengadaan KTP-el sejak awal dengan mengikutserakan perusahaannya yakni PT Murakabi Sejahtera. Dia bahkan beberapa kali ikut dalam pertemuan di ruko Fatmawati bersama konsorsium atau tim penyedia barang proyek KTP-el.

 

Tak hanya itu, Irvan juga mengetahui adanya permintaan fee 5 persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran proyek KTP-el. Irvan menerima uang sebanyak USD3,5 juta, yang akan diberikan kepada Novanto dalam kurun waktu 19 Januari sampai 19 Februari 2012.

 

Sementara, Made Oka sebagai pemilik PT Delta Energy diduga menggunakan perusahaannya untuk menampung uang Novanto dengan rincian melalui PT OEM Investment dan Biomorf Mauritius menerima USD1,8 juta dan melalui rekening PT Delta Energy USD2 juta.

 

Atas perbuatannya, Irvan dan Made Oka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Tipikor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Dri/mtvn