Kylie Jenner Tutup Toko Kosmetik Akibat Kebakaran California

Administrator - Selasa,12 Desember 2017 - 00:09:04 wib
Kylie Jenner Tutup Toko Kosmetik Akibat Kebakaran California
Kylie Jenner terpaksa harus menutup fasilitas bisnis kosmetiknya, Kylie Cosmetics di Ventura akibat kebakaran hutan di California, AS. Nicholas Hunt/Getty Images for Huffington Post/AFP/Cnni

Jakarta: Kylie Jenner terpaksa harus menutup fasilitas bisnis kosmetiknya, Kylie Cosmetics di Ventura akibat kebakaran hutan di California, AS yang terus meluas.

 

Adik Kendall Jenner itu menyebut kebakaran Thomas telah sangat mempengaruhi usaha kosmetik yang dimilikinya.

 

"Kebakaran hutan California sangat memberikan dampak bagi kami, dan kami terpaksa harus menutup fasilitas kami untuk memastikan keselamatan seluruh pekerja," kata Kylie dalam sebuah pengumuman di Twitter resmi mereka.

 

Kebakaran hutan yang mematikan itu membuat pekerja Kylie harus dievakuasi dari rumahnya. Beberapa pekerja yang tidak dievakuasi tetap masuk bekerja dan berusaha untuk mengirimkan pesanan kepada pelanggan.

 

"Dampak kebakaran berarti banyak staf kami yang dievakuasi dari rumahnya, dan harus merelokasi keluarganya. Mereka yang tidak dievakuasi datang [bekerja] kemarin dan tengah bekerja keras untuk mengirim pesanan," kata Kylie.

 

Kylie meminta kesabaran para pelanggan untuk menanti pesanan mereka.

 

"Kami berupaya sekuat tenaga untuk mengirim pesanan, di saat yang sama kami memperhatikan keselamatan dan kesehatan staf kami. Pesanan akan tetap dikirim dan kami mengapresiasi kesabaran dan dukungan semua orang. Kami akan tetap memperbarui info untuk Anda,” tutup pengumuman tersebut.

 

Masih belum diketahui sampai kapan Kylie bakal menutup perusahaan kosmetiknya itu.

 

Menurut situs Kebakaran California, kebakaran Thomas mulai sejak Senin (4/12) lalu. Bencana itu dilaporkan telah menewaskan setidaknya 40 orang. Kebakaran di selatan California itu telah menghanguskan lebih dari 570 ribu hektare atau setara luas New York.

 

Sampai saat ini api pun telah melahap lebih dari 5.700 infrastruktur serta melumpuhkan pasokan listrik bagi sekitar 900 ribu rumah dan usaha.

 

Res/Cnni/RR