Jokowi Sebut Indonesia Paling Aktif Korupsi

Administrator - Senin,11 Desember 2017 - 23:36:48 wib
Jokowi Sebut Indonesia Paling Aktif Korupsi
Jokowi Sebut Indonesia Paling Aktif Korupsi. Ant

Jakarta: Presiden Joko Widodo menyinggung masih banyak kepala daerah, pejabat negara, dan pimpinan lembaga terjerat kasus dugaan korupsi. Jokowi bahkan menyebut Indonesia menjadi salah satu negara paling sering menangani perkara rasuah.

 

"Indonesia adalah salah satu negara yang paling aktif dalam kasus korupsi.‎ Coba kita lihat sejak 2004 sampai sekarang ada 12 gubernur kena korupsi, ada 64 bupati atau wali kota ditangkap korupsi, belum pejabat-pejabat baik gubernur kalau tidak keliru 2, DPR, DPRD, saya tidak menghitung, dan mayoritas adalah kasus penyuapan," tegas Jokowi kepada media saat memberi sambutan di peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku heran aparat negara masih berkubang di pusaran korupsi. Penyakit itu seolah terus tumbuh meski penindakan maupun pencegahan terus dilakukan.

 

Jokowi meminta semua pihak khususnya lembaga penegak hukum lebih serius mencegah korupsi. Salah satunya, memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang buruknya korupsi.

 

"Tidak bisa ditunda lagi sistem pemerintahan pelayanan administasi semua harus dibenahi termasuk pengetahuan kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan‎," tegas bekas Wali Kota Solo itu.

 

Ketua KPK Agus Rahardjo tak menampik masih maraknya rasuah di Tanah Air yang melibatkan penyelenggara negara. Ia menganggap perlu komitmen bersama dalam upaya pemberantasan korupsi.

 

"Perlu ada kerja keras bersama. Rakyat mengawasi tingkah laku semua aparat negara‎," kata Agus.

 

Hari Antikorupsi Sedunia dan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) diperingati dengan tema 'Bergerak Bersama Memberantas Korupsi untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera'. Acara tahunan ini berlangsung di Hotel Bidakara selama dua hari, 11-12 Desember 2017.

 

Acara dihadiri langsung Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, dan Laode M Syarif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

 

Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, juga menghadiri acara tersebut. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan pejabat teras lainnya juga tampak duduk di barisan kursi tamu.

 

Oje/mtvn/RR