Lagu “Syair Kehidupan”, Ciptaan Areng Widodo Menjadi Theme Song dalam Film “Stadhuis Schandaal”

Administrator - Kamis,23 November 2017 - 19:07:59 wib
Lagu “Syair Kehidupan”, Ciptaan Areng Widodo Menjadi Theme Song dalam Film “Stadhuis Schandaal”
Areng Widodo dan Tya Subiyakto, Berkolaborasi di Film “Stadhuis Schandaal”. Balaikita.com

Jakarta: Ilustrasi musik merupakan elemen penting dalam sebuah film. Sulit membayangkan dalam sebuah film tanpa diiringi dengan ilustrasi musik.

 

Sutradara film “Stadhuis Schandaal”, Adisurya Abdi sangat memahami bagaimana pentingnya peranan musik dalam sebuah film, sehingga ia menganggap perlu dan memakai jasa orang-orang terbaik dan handal dalam pembuatan musik film, untuk “Stadhuis Schandal”.

 

“Ilustrasi musik sangat berperan penting untuk memperkuat dan mengharmoniskan suasana pengadeganan. Terutama untuk adegan-adegan yang tidak menggunakan dialog,” kata Adi, dikutip dari balaikita.com.

 

Mengingat pentingnya unsur musik itu Adi ingin unsur musik dalam filmnya kelak memiliki kekuatan yang dapat memberi nilai lebih dalam filmnya. Tidak tanggung-tanggung, adi melibatkan dua nama musisi terkenal yang kualifaid dalam menangani ilustrasi musik film. Keduanya adalah Areng Widodo musisi senior dan Tya Subiyakto.

 

Areng, lelaki kelahiran Salatiga yang pernah bergabung di Bengkel Teater WS Rendra, adalah seorang pemusik yang telah menangani berbagai ilustrasi musik untuk ribuan judul film layar lebar maupun sinetron.

 

Beberapa kali masuk nominasi Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) dan meraih 2 Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik FFI, masing-masing melalui film “Malioboro” (1989) dan “Jangan Renggut Cintaku” (1990).Tidak hanya menjadi Penata Musik, ratusan lagu ciptaan hasil karya Areng Widodo antara lain berjudul “Syair Kehidupan”, digunakan menjadi theme song dalam film “Stadhuis Schandaal”.

 

“Cuma untuk film ini saya aransir ulang, disesuaikan dengan tema film. Agak sedikit bernuansa mistis, dan dinyanyikan oleh perempuan,” jelas Areng kepada Harian Radar Riau, Kamis 23 November 2017.

 

Penata Musik kedua, Tya Subiyakto juga memiliki prestasi tak kalah mengkilap, selain memiliki jam terbang yang tinggi di bidang musik. Tya adalah Penata Musik Terbaik Festival Film Asia Pasifik (FFAP) ke-57 di Pnom Penh, akhir Juli 2017 lalu, melalui filmnya “Rudy Habibie”.

 

Selain itu Tya menjadi Pemenang pada Festival Film Bandung ke-21 tahun 2008, dan Penata Musik Terpuji untuk film “Ayat-Ayat Cinta”. Penata Musik Terpuji untuk film “Sang Pencerah”pada Festival Film Bandung ke-24 tahun 2011. Kini kedua pemusik handal itu harus bertemu di dalam sebuah film.

 

Pertanyaanya, bisakah keduanya bekerjasama mengingat setiap pemusik memiliki visi dan karakteristik masing-masing.

 

“Tidak ada masalah ya. Setting film ini kan menggambarkan dua masa yang berbeda, yakni masa kolonial dan era sekarang. Kami berbagi tugas. Saya mengerjakan untuk bagian masa lalu, dan Tya untuk era sekarang. Kami bekerja sendiri-sendiri, tetapi tetap dapat berkolaborasi, ” kata Areng, di kediamannya di Bogor.

 

“Stadhuis Schandaal” mengisahkan tentang seorang mahasiswi yang bertemu dengan sosok wanita cantik, ketika melakukan penelitian untuk skripsinya.

 

Ternyata wanita cantik misterius berwujud Noni Belanda adalah leluhurnya sendiri. Film ini menggambarkan konflik yang kuat, baik di masa lalu hingga saat ini. Film ini antara lain dibintangi oleh Tara Adia, Amanda Girly, Volland Humonggo, Anwar Fuady, dll.

 

balaikita.com/Lex/RR