Setya Novanto Kini Tidur Beralas Kasur Busa di Rutan KPK

Administrator - Selasa,21 November 2017 - 21:07:40 wib
Setya Novanto Kini Tidur Beralas Kasur Busa di Rutan KPK
Setya Novanto ditahan di Rutan KPK selama masa penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP. Cnni

Jakarta: Sejak Senin (20/11) dini hari, Ketua DPR Setya Novanto tidur di salah satu kamar isolasi Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas 1 Jakarta Timur cabang Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Setnov menjadi tahanan KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

 

Di dalam Rutan KPK, Setnov tidur di atas kasur busa tipis. Ada kipas angin dan sebuah kloset, yang bersebelahan dengan kasur busa itu.

 

Selama di tahanan, KPK memastikan Setnov tidak akan diperlakukan istimewa. Semua fasilitas yang diterima Setnov sama dengan yang diterima tahanan lainnya.

 

"Intinya tidak ada perlakuan khusus," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta.

 

Nantinya, Setnov akan mendapat peralatan mandi, boks untuk tempat pakaian, sepasang bantal dan pakaian olah raga.

 

Saat ini, Setnov, masih menjalani masa pengenalan lingkungan (Mapaling). Usai menjalani Mapaling, Setnov akan ditempatkan satu sel dengan tahanan lainnya. Dia akan berbagi tempat dengan tahanan kasus korupsi lainnya.

 

Waktu besuk untuk Setnov juga akan dibatasi. Para penjenguk hanya diberi waktu untuk datang ke Rutan pada Senin dan Kamis, setiap pukul 10.00-12.00 WIB.

 

Untuk urusan makan, Setnov mendapat jatah nasi kotak setiap harinya.

 

Setnov masih dapat menonton televisi yang terpasang di ruang berkumpul tahanan. Para tahanan bisa keluar dari 'kamar' setiap hari, dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.

 

Febri mengatakan, bila Setnov sakit, KPK akan memberikan pertolongan medis.

 

"Kalau memang ada (tahanan yang sakit), saya kira semua sama (akan diberikan pertolongan medis)," katanya.

 

KPK, kata Febri, tidak akan dan tidak diperbolehkan memberikan perlakuan khusus pada orang-orang tertentu, karena jabatannya.

 

"Karena di KPK ketika seseorang sudah ditahan statusnya sudah tersangka," tuturnya.

 

Sesuai aturan, Ketua Umum Golkar itu akan tinggal di dalam Rutan KPK maksimal selama 120 hari saat masa penyidikan. Febri belum bisa memastikan kapan berkas perkara Setnov rampung dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

 

"Karena itulah penting bagi kita semua memastikan agar kasus ini sampai pada proses sidang, agar bukti-bukti pokok itu bisa diuji di sana," ujarnya.

 

Ugo/Cnni/RR