Mengenang Tank di Pertempuran Paling Berdarah Dunia

Administrator - Jumat,15 September 2017 - 23:25:06 wib
Mengenang Tank di Pertempuran Paling Berdarah Dunia
Ilustrasi tank. German Federal Archive via Wikimedia Pic/Cnni

Jakarta: Hari ini, 15 September, 101 tahun lalu, tank pertama kali diterjunkan di medan tempur. Arena pertempuran pertamanya adalah Pertempuran Somme di dekat Sungai Somme di Prancis.

Sejarah mencatat, Pertempuran Somme termasuk paling mematikan. Pertempuran ini melibatkan lebih dari 3 juta tentara dari kubu Sekutu dan Jerman di Perang Dunia I dan korbannya 1 juta orang tewas dan terluka.

Digadang sebagai kendaraan tempur tangguh, tank pertama justru dinilai terlalu terburu-buru diterjunkan ke medan perang. Tapi evaluasi terhadap keterlibatan tank di Pertempuran Somme bermanfaat dalam mendesain tank yang lebih baik setelah itu.

Tank yang diterjunkan oleh pasukan Inggris ke Somme sebanyak 49 unit, yaitu tipe Mark I. Kebanyakan tank ini hancur dalam pertempuran. Hanya dua pertiga yang berhasil melancarkan serangan pertama. Sembilan unit berhasil menembus garis pertahanan Jerman.

Tapi Mark I terbukti bisa mengatasi medan-medan sulit di Perang Dunia I. Mereka bisa mengatasi lubang sedalam sampai 2,7 meter dan blokade kawat berduri.

Tank Mark I awalnya merupakan tank eksperimental yang dibangun untuk Landships Committee oleh Letnan Walter Wilson dan William Tritton, antara Juli dan September 1915. Tank ini diperkuat delapan kru, dipersenjatai 6-pounder QF dan senapan mesin. Ia bisa menahan tembakan dari senapan dan pistol serta fragmen ledakan artileri. Tapi ia tak tahan terhadap tembakan langsung artileri dan mortir.

Di dalam juga tak nyaman bagi penumpangnya. Ventilasinya tak cukup memadai untuk menghindari gas karbon monoksida dari gas buang mesin tank, bahan bakar, bau oli, dan letusan senjata api. Temperatur di dalamnya bisa mencapai 50 derajat Celcius. Krunya sering kehilangan kesadaran di dalamnya.

cnni/ded