Johannes Marliem & Kehebohan di Rumah Mertua Gordon-Levitt

Administrator - Sabtu,12 Agustus 2017 - 17:04:54 wib
Johannes Marliem & Kehebohan di Rumah Mertua Gordon-Levitt
Dikabarkan, lokasi meninggalnya Johannes Marliem berdekatan dengan rumah mertua Joseph Gordon-Levitt yang juga sedang ada kasus. Wikimedia Commons/IndianaJ2/cnni
Jakarta: Johannes Marliem, salah satu saksi kasus korupsi proyek e-KTP bukan satu-satunya yang meninggal di perumahan elite di Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (10/8) pagi waktu setempat.
 
Di lingkungan yang sama dan dalam waktu yang nyaris bersamaan, terjadi pula kasus di dekat rumah Johannes. Menariknya, tragedi kedua terjadi di rumah mertua aktor Joseph Gordon-Levitt, Tamme McCauley.
 
Diberitakan Daily Mail, ada pasangan yang bertengkar di rumah seharga US$14 juta itu, setelah sang pria yang berusia 50-an pulang dalam kondisi mabuk pada Rabu (9/8) malam.
 
Pria itu sempat menodongkan pistol kepada kekasihnya. Namun sang kekasih berhasil melarikan diri dan meminta tolong pada tetangga. Polisi pun menyergap lokasi kejadian.
 
Tidak jelas siapa pasangan yang dimaksud.
 
Sempat terjadi situasi tegang antara polisi dan pria di dalam rumah. Sampai sekitar pukul enam pagi, pria itu menghentikan segala kontak. Polisi yang akhirnya masuk ke dalam rumah pukul 11 pagi, menemukannya meninggal di lantai dua.
 
Menurut diskusi di sebuah forum real estate lokal, lokasi pria itu meninggal berdekatan dengan rumah yang disewa Johannes Marliem, seorang saksi kunci kasus e-KTP yang diperiksa KPK, dengan harga US$25 ribu per bulan.
 
Hingga saat ini belum jelas apakah dua kejadian pria meninggal yang juga berdekatan dengan rumah aktris Jennifer Garner itu ada hubungannya. Gordon-Levitt yang menikahi Tasha, putri dari McCauley pada 2014 pun belum berkomentar soal kejadian di rumah mertuanya.
 
Namun kematian Johannes sudah dikonfirmasi media dan Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Jumat (11/8) malam. “Informasi benar Johannes Marliem meninggal dunia. Tapi kami belum dapat informasi rinci karena peristiwanya terjadi di Amerika,” katanya. 
 
Cnni/RRN