Ketika Kepercayaan Diri Lorenzo dan Iannone Luntur di 2017

Administrator - Sabtu,05 Agustus 2017 - 14:32:22 wib
Ketika Kepercayaan Diri Lorenzo dan Iannone Luntur di 2017
Jorge Lorenzo kesulitan bersaing di paruh pertama MotoGP musm ini. Afp Pic/ Josep Lago/Cnni

Jakarta: Andrea Iannone dan Jorge Lorenzo menatap MotoGP musim 2017 dengan penuh percaya diri setelah mereka berganti tim. Namun separuh musim berjalan, mereka gagal unjuk gigi dan tampil tak sesuai ekspektasi.

Lorenzo yang sudah menunggangi Yamaha sejak 2008 memutuskan hijrah ke Ducati pada musim 2017. Performa apik Lorenzo bersama Ducati di awal tes mencuatkan harapan tersebut.

"Jorge Lorenzo adalah juara, ia memiliki banyak pengalaman dan saya sangat senang bekerja sama dengannya."

"Penampilan dia dengan Ducati dan segalanya sangat meyakinkan. Kami baru menghabiskan dua hari bersamanya dan kami akan lebih banyak mempelajari satu sama lain di tes berikutnya," tutur Manajer Ducati Gigi Dall'Igna usai tes pertama Ducati bersama Lorenzo.

Lorenzo pun yakin bahwa ia bisa tampil baik bersama Ducati. Meski Lorenzo tak pernah mengatakan akan langsung membidik titel juara dunia, namun ia percaya diri bisa tampil kompetitif di baris depan dan memenangkan sejumlah seri.

Optimisme yang terus dipupuk selama pramusim akhirnya justru runtuh perlahan saat musim berjalan.

Lorenzo tak bisa memaksimalkan performa motor Ducati. Setelah tampil buruk di tiga seri awal, optimisme kembali memancar saat Lorenzo meraih podium di GP Spanyol.

Tetapi setelah itu performa Lorenzo kembali melorot. Lorenzo bisa memacu motor di baris depan pada awal balapan namun kemudian tak bisa bersaing saat akhir balapan.

Pada dua seri terakhir di paruh pertama, Lorenzo pun hanya finis di posisi ke-15 pada GP Belanda dan posisi ke-11 di GP Jerman.

Setelah sebelumnya menyatakan akan terus beradaptasi, Lorenzo pun pada akhirnya mulai memberikan kritik dan berharap ada perubahan pada motor Ducati.

"Saya mencoba banyak hal mulai dari cara berkendara dan pengaturan pada motor itu sendiri."

"Namun tetap saja kami tidak menyelesaikan persoalan yang ada, atau kami tidak benar-benar menyelesaikan persoalannya. Kami menanti suatu hal yang baru pada motor," kata Lorenzo pada awal bulan Juli lalu.

Satu hal lain yang jadi pukulan telak bagi Lorenzo adalah Andrea Dovizioso bisa tampil kompetitif bersama motor Ducati. Dovizioso sudah dua kali jadi juara seri MotoGP dan sempat jadi pemuncak klasemen.

Iannone Tak Bisa Gantikan Vinales

Situasi yang lebih buruk dialami oleh Iannone di Suzuki. Iannone datang ke Suzuki untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Maverick Vinales.

Pada awal musim, Iannone juga mengumbar optimismenya bersama tunggangan baru tersebut. Namun seiring waktu berlalu, kepercayaan diri Iannone tak berhasil diwujudkan jadi hasil positif di lintasan.

Iannone tiga kali gagal finios dan posisi finis terbaiknya hanya di peringkat sembilan pada GP Belanda. Koleksi poin Iannone di paruh pertama pun hanya 28 angka, membuatnya duduk di peringkat ke-16 klasemen.

"Iannone harus mengingat bahwa ia baru saja dipecat Ducati dan tak lagi banyak memiliki kesempatan. Seharusnya ia bisa memaksimalkan kesempatan yang ia miliki saat ini," kata legenda balap motor yang pernah membela Suzuki, Kevin Schwantz.

Crutchlow Kurang Beruntung

Pada musim lalu Cal Crutchlow jadi salah satu pebalap kuda hitam. Ia dua kali memenangi seri MotoGP dan sukses merebut posisi ketujuh di akhir klasemen.

Namun di paruh awal musim ini, Crutchlow bernasib kurang bagus. Crutchlow memang mencatat hasil impresif dengan finis di posisi lima besar sebanyak empat kali.

Tetapi hal itu seolah jadi kurang bermakna karena Crutchlow tiga kali gagal finis musim ini, di Qatar, Spanyol, dan Italia. Ia pun masih ada di peringkat ke-10 saat ini.

Titik Balik GP Rep.Ceko

Baik Lorenzo, Iannone, dan Crutchlow tentunya berharap bisa meraih hasil bagus di awal paruh kedua MotoGP musim ini.

Lorenzo mengaku sudah bekerja keras selama masa libur paruh musim sehingga ia optimistis bisa mencatat performa impresif di GP Rep.Ceko.

"Brno adalah sirkuit yang membuat saya merasa tampil baik dan saya rasa saya bisa menarik keluar performa maksimal motor."

"Saya yakin bahwa kami akan mencatat lompatan besar setelah ini," tutur Lorenzo seperti dikutip dari Racingworld.

Iannone juga menyatakan bahwa ia telah menjadikan hasil buruk paruh pertama sebagai motivasi di paruh kedua.

"Kami akan menghadapi tantangan yang sulit. Kami harus meningkatkan performa kami dan juga hasil lomba. Namun kami percaya diri bahwa kami punya potensi untuk melakukan hal itu," ujar Iannone.

Sementara itu Crutchlow pastinya berharap GP Rep.Ceko bisa kembali memberikan kebahagiaan seperti tahun lalu. Pada tahun lalu, Crutchlow jadi juara di GP Rep.Ceko dan setelah itu meraih hasil baik di beberapa seri berikutnya.

ptr/ccni