Kunci Agar Investor Lirik Startup Lokal

Administrator - Senin,31 Juli 2017 - 19:18:39 wib
Kunci Agar Investor Lirik Startup Lokal
Peningkatan sumber daya manusia dibutuhkan agar tim startup Indonesia makin kuat dan mampu menarik minat investor. Dok. Pixabay/StockSnap/Cnni

Jakarta: Tim yang kuat dibutuhkan untuk membentuk perusahaan teknologi yang sukses. Hal ini disampaikan Alamanda Shantika Santoso, Founder Binar Academy. Untuk itu, Alamanda menilai peningkatan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) menjadi bagian penting agar bisa membentuk tim yang kuat.

Dukungan tim ini terutama dukungan dari tim digital marketing dan teknologi informasi (TI). Menurutnya, dengan tim yang kuat, potensi startup untuk maju sangatlah besar.

"Jika tak ada SDM yang bagus, maka tak ada startup yang ‘dilirik’ investor,” ujar Alamanda dalam keterangan yang diterima awak media, Senin (31/7).

Eksekusi lemah

Dari pengamatan Amanda saat ini, yang terjadi adalah banyak technopreneurs yang memiliki ide hanya untuk membuat aplikasi. Namun masih lemah di eksekusi ide.

“Knowledge untuk mengeksekusi ide offline menjadi online ini yang saat ini dibutuhkan oleh startup. Dan itu kendala yang masih kerap ditemui oleh pelaku startup di Indonesia," tuturnya.

"Tidak bisa membuat aplikasi itu hanya diserahkan sepenuhnya kepada vendor. Kita harus membangun tim yang kuat. Sehingga membuat aplikasi itu tak hanya sekadar membuat aplikasi saja. Pendidikan serta membentuk pola pikir ini sangatlah penting,” lanjut Amanda.

Tingkatkan SDM

Untuk itu Amanda menilai peningkatan SDM memegang peran penting untuk perbaikan eksekusi. Adanya dukungan finansial yang kuat belaka tidaklah cukup.

Mengingat pentingnya peningkatan SDM ini, NextDev dan NextDev Academy sengaja dibuat. Gelaran ini tak hanya menjajal kemampuan startup lokal dalam kompetisi. Tapi juga memberikan pelatihan dan pendidikan dengan kurikulum tingkat lanjut.

Menurut Alamanda, hal ini bagus untuk meningkatkan kemampuan anak muda Indonesia yang tertarik untuk terjun dalam industri digital. Lebih lanjut, mantan pentolan Gojek ini menjelaskan bahwa kurikulum NextDev dan NextDev Academy belum pernah diajarkan di inkubator sejenis.

“Banyak sekali framework yang dipakai oleh konsultan dunia diajarkan di NextDev dan NextDev Academy. Tujuannya adalah untuk membentuk pola pikir dan mental peserta. Sehingga nantinya technopreneurs muda jebolan NextDev dan NextDev dapat membantu memberikan kontribusi positif social impact yang besar pada pemerintah,” jelas Alamanda.

Potensi besar

Amanda memprediksi potensi pertumbuhan industri digital dan tumbuhnya startup di Indonesia masih sangat besar. Besarnya potensi industri digital dan startup di Indonesia inilah yang harus ditangkap oleh calon technopreneurs Indonesia.

Saat ini banyak investor manca negara yang sudah mulai melirik potensi industri digital dan startup dengan cara membiayai melalui venture capital. Namun potensi yang besar tersebut tak akan berdampak apapun jika SDM technopreneurs Indonesia tak siap.

“Makanya dengan ajang NextDev dan NextDev Academy, saya menginginkan agar startup dan technopreneurs muda Indonesia tidak salah jalan. Ajang NextDev dan NextDev Academy ini membuat startup yang belum mature menjadi terangkat. Itu tantangan terbesar dalam event NextDev dan NextDev Academy," tutupnya.

eks/cnni/rrn