Wan Thamrin Wakil Gubernur Riau, Raih 40 Suara Terpilih

Administrator - Sabtu,17 Juni 2017 - 18:52:48 wib
Wan Thamrin Wakil Gubernur Riau, Raih 40 Suara Terpilih
Wan Thamrin Hasyim Terpilih Menjadi Wakil Gubernur Riau, oleh anggota DPRD Riau. Sfc Pic

Pekanbaru: Belum lama ini, sidang paripurna DPRD Riau akhirnya memilih Wan Thamrin Hasyim sebagai Wakil Gubernur Riau untuk mengisi sisa jabatan 2014-2019. Hasil sidang paripurna ini akan disampaikan kepada Kemendagri.

Sidang paripurna pemilihan Wagub Riau ini dilaksanakan di gedung DPRD Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Agenda pemilihan ini ada dua calon, yakni Ruspan Aman (nomor 1) dan Wan Thamrin Hasyim (nomor 2). Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman serta jajaran Forkompinda menghadiri acara tersebut.

Pada putaran pertama, ada 62 anggota Dewan yang hadir dari jumlah 65 orang. Pemungutan suara pertama, dari kedua kandidat menghasilkan suara yang sama 31, sehingga dilakukan pemilihan putaran kedua.

Untuk putaran kedua, satu anggota Dewan bertambah memberikan hak suara, sehingga menjadi 63 orang. Hasilnya, Wan Thamrin Hasyim memperoleh 40 suara, sedangkan rivalnya 23 suara.

Dengan demikian, sidang paripurna ini menetapkan Wan Thamrin Hasyim sebagai Wagub Riau mengisi kekosongan selama ini. Terpilihnya Wan Thamrin membuat gemuruh isi ruang sidang paripurna. Wan Thamrin Hasyim merupakan Bupati Rokan Hilir periode 2001-2006.

Ketua panitia penyelenggara, Aherson, dalam kesempatan itu mengatakan pemilihan berjalan lancar. "Jalannya pemilihan, walau alot, tetap lancar. Ini pemilihan yang demokratis tanpa ada embel-embel apa pun," kata Aherson.

Selanjutnya, ketua panitia pemilihan menyerahkan berkas pemilihan Wagub Riau kepada Ketua DPRD Riau Septina Primawati.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Biro Humas Pemprov Riau Darusman mengatakan hasil rapat paripurna ini akan diserahkan pihak DPRD Riau ke Kemendagri.

"Hasil pemilihan ini akan diserahkan ke Kemendagri untuk mendapatkan SK pengangkatan," kata Darusman.

Untuk sekadar diketahui, kedua kandidat Wagub Riau itu sama-sama pengurus Partai Golkar. Ini karena saat Pilgub Riau tahun 2014, Golkar Riau mengusung Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman. Belakangan, setahun menjabat, Annas Maamun tertangkap KPK dalam kasus korupsi.

Setelah Annas menjalani hukuman, secara otomatis diberhentikan sebagai Gubernur Riau. Arsyadjuliandi Rachman pun diangkat menjadi Gubernur Riau sehingga posisi Wagub Riau kosong. Untuk mengisi kekosongan tersebut, DPRD Riau menggelar sidang paripurna, yang akhirnya memilih Wan Thamrin Hasyim.

Lewat Dua Kali Pemilihan, Wan Thamrin Hasyim Jabat Wakil Gubernur Riau

Pada pemilihan ulang, seorang anggota Fraksi PDIP UE Tengger Sinaga yang semula alpa mendadak muncul. Hadirnya Tengger menjadikan pemilih suara jumlahnya ganjil. Dengan demikian tidak mungkin kembali terjadi seri.

Setelah terpilihan menjadi, proses selanjutnya akan diproses melalui pengajuan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dikeluarkan surat keputusan (SK) untuk Wan Thamrin sebagai Wakil Gubernur Riau definitif.

Sebagaimana diketahui, Wan Thamrin adalah Bupati pertama Kabupaten Rokan Hulu yang saat ini tak memiliki jabatan. Sementara Ruspan Aman adalah mantan anggota DPRD Riau tiga periode yang saat ini juga duduk sebagai Ketua Harian Partai Golkar Riau.

Dalam rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Arsyadjuliandi Rachman dan dipimpin Ketua DPRD Riau Septina Primawati langsung melakukan penetapan Wakil Gubernur terpilih menjelang dilantik nantinya.

Sementara Ketua DPRD Riau Dra Hj Septina Primawati MM mengatakan, dengan terpilihnya Wan Thamrin Hasyim, maka tugas dewan untuk mencari sosok pendamping Gubernur Riau Arsyadjuliandi sudah selesai.

"Alhamdulillah DPRD melalui rapat paripurna telah menyelesaikan tugasnya memilih Wakil Kepala Daerah. Secara pribadi dan atas nama pimpinan DPRD saya mengucapkan selamat kepada bapak Wan Thamrin Hasyim yang telah terpilih dalama pemilihan tadi," ujar Septina Primawati.

Politisi Golkar Riau ini mengatakan, semoga amanah yang telah diberikan pada mantan Bupati Rokan Hilir ini dapat dijalankan dengan baik. Wakil Gubernur juga harus dapat bekerjasama dengan kepala daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Riau secara utuh.

"Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam bekerja harus bersatu dan kompak. Inilah yang kita sebut dengan dwi tunggal, dua tetapi adalah satu untuk Riau yang cemerlang, gemilang dan terbilang. Sekali lagi selamat atas terpilih dan selamat bekerja," pungkas Ketua DPRD perempuan pertama di Riau tersebut.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa tidak ada istilah kalah atau menang usai pemilihan wakil gubernur sisa masa jabatan 2014-2019 yang memenangkan Wan Tamrin Hasyim. Kemenangan ini merupakan kemenangan bagi semua masyarakat Riau, Dengan terpilihnya Wan Thamsir, dia berharap bisa bahu membahu membangun Riau ke arah yang lebih baik. "Keduanya kan calon yang diusung DPP Golkar, jadi memang keduanya yang terbaik," tutur Ketua DPD I Partai Golkar ini.

Karna Kekosongan kursi Wakil Gubernur Riau sudah terjadi sejak September 2014. Tepatnya saat Annas Maamun, Gubernur Riau saat itu, ditangkap KPK terkait kasus gratifikasi.

Kemudian Kemendagri melantik saya tutur Andi Rahman sebagai pelaksana tugas (plt) gubernur, dan akhirnya kini sudah definitif. Namun, Andi Rahman enggan menunjuk siapa wakilnya. Setelah kosong selama tiga tahun, akhirnya sudah ada yang menempati kursi orang nomor 2 di Pemerintah Provinsi Riau

Sebaliknya, Andi Rachman (sapaan akrab Gubri) langsung mengajak baik kepada Wan Thamrin atau pun Ruslan Aman untuk bekerja bersama-sama membangun Riau ke depan yang lebih baik dan Hasil pemilihan ini sesuai dengan keinginan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Ketua DPD Partai Golkar Riau tersebut sejak awal sudah terang-terangan menginginkan mantan Bupati Rokan Hilir tersebut sebagai pendamping. Meskipun sesuai keinginan, namun prosesnya tak semudah yang diharapkan.

Karena itu, wajar jika Gubernur Arsyadjuliandi Rachman yang sejak pagi mengikuti proses pemilihan nampak merasa lega. Ia bakal punya wakil sesuai dengan yang diinginkannya.

Untuk memastikan Wan Thamrin menjadi Wakil Gubernur Riau terpilih harus digelar pemilihan dua kali. Pasalnya, pemilihan awal perolehan suara kedua calon seri. Sama-sama mendapatkan 31 suara dari 62 anggota DPRD Riau.

Pada pemilihan ulang, seorang anggota Fraksi PDIP UE Tengger Sinaga yang semula alpa mendadak muncul. Hadirnya Tengger menjadikan pemilih suara jumlahnya ganjil. Dengan demikian tidak mungkin kembali terjadi seri.

Setelah terpiliha menjadi, proses selanjutnya akan diproses melalui pengajuan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dikeluarkan surat keputusan (SK) untuk Wan Thamrin sebagai Wakil Gubernur Riau definitif.

"Ini bukan kemenangan satu orang, tetapi kemenangan untuk semua. Jadi tak ada yang merasa kalah atau menang. Sekarang bagaimana kita berpikir membangun Riau ke depan yang tantangannya begitu banyak. Biar bisa kita pecahkan bersama-sama," kata Andi Rachman, baru-baru ini.

Menurut Andi, pemilihan yang sampai dua putaran tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, Andi juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada anggota dewan yang telah menjalankan pesta demokrasi pemilihan wakil gubernur berjalan aman, lancar secara terbuka.

Ada pun untuk tahap selanjutnya, hasil pemilihan yang telah mengantarkan Wan Thamrin Hasyim sebagai Wakil Gubernur Riau ini akan segera dikirim ke Presiden melalui Mendagri. Diharapkan, proses tahapan ini tak memakan waktu lama agar proses pemerintahan selanjutnya bisa lebih berjalan lancar lagi.

Dipantau KPK

Pemilihan Wakil Gubernur Riau ini juga dipantau ketat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah anggota lembaga anti rasuah itu terlihat mengamati proses pemilihan hingga putaran kedua, dan akhirnya terpilih Wan Thamrin sebagai Wakil Gubernur Riau dengan perolehan 40 suara.

Menurut pejabat Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Bidang Pencegahan KPK, Anto Ikayadi, pemantauan pemilihan dilakukannya untuk mengantisipasi terjadinya politik uang di kalangan anggota DPRD Riau.

Menurut Anto, politik uang bisa saja terjadi jika tidak dipantau secara ketat. Termasuk adanya politik transaksional atau deal-dealan di setiap fraksi yang ada di DPRD. "Semuanya berpotensi terjadi dalam pemilihan," kata Anto.

Anto menyebut KPK sudah menugaskan tim Kordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) di Riau untuk memantau dan mengingatkan setiap anggota DPRD Riau supaya tidak terjadi kecurangan.

Setelah pemilihan berlangsung, Anto menyebut anggota DPRD Riau dan Pemerintahan Provinsi Riau sudah mulai mempunyai semangat integritas sehingga hal-hal yang dikhawatirkan tidak bakal terjadi. "Kita tahu bersama semangat integritas sudah dimulai, sehingga bisa menangkal semuanya," kata.

Posisi Wakil Gubernur Riau kosong setelah Annas Maamun (Gubernur Riau saat itu) ditangkap KPK. Posisi Annas kemudian digantikan Andi yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Riau. Alhasil, sejak Andi naik jadi gubernur sampai tiga tahun lamanya Riau tidak memiliki wakil gubernur.

Sfc/Adv/Rls