Kasih Papa Dimulai Kembali Kantor Walikota Jadi Tempat Parkir

Kantor Walikota Jadi Tempat Parkir

Administrator - Selasa,16 Mei 2017 - 21:52:47 wib
Kantor Walikota Jadi Tempat Parkir
Kendaraan Parkir: Sejumlah kendaraan roda dua terparkir di pintu masuk kawasan Kantor Walikota Pekanbaru, Kamis (9/3/2017). Rpc Pic

Pekanbaru: Program ini awalnya dicetuskan Walikota Pekanbaru  periode 2012-2017, Dr Firdaus ST MT, diharapkan bisa melibatkan ASN untuk berpartisipasi aktif mengurangi polusi dengan tidak membawa kendaraan ke kantor pada hari Kamis.

ASN di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemko juga diharapkan menggiatkan penggunaan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) Trans Metro Pekanbaru (TMP). Program ini sudah sudah berjalan sejak tahun 2014 lalu dan diberlakukan tanpa sanksi.

Pada penerapannya, ASN mayoritas melanggar. Tiap Kamis tetap saja mereka membawa kendaraan untuk bekerja. Belum lagi, jikapun dipatuhi, mereka memarkirkan kendaraan di jalan terdekat dengan kantornya. Akibatnya jalanan menjadi macet karena badan jalan berubah jadi tempat parkir.

Program ini coba dipertahankan, unsur pimpinan Pemko Pekanbaru berembuk, disepakatilah penerapan dikurangi menjadi hanya sekali dalam sebulan dengan pelaksanaan tetap di hari Kamis.

Kasih Papa pada awalnya diluncurkan lewat Instruksi Walikota Pekanbaru Nomor 4/2014. Namun instruksi ini tidak mencantumkan sanksi. Kini penerapan kedua tercantum dalam Instruksi Walikota Nomor 2/2017. Bagi ASN yang melanggar diancam sanksi sesuai PP 53 tahun 2010. Pada Instruksi yang terakhir dicantumkan pula Kasih Papa tidak berlaku bagi kendaraan plat merah pejabat negara, mobil jenazah, ambulance, kendaraan operasional ketertiban umum dan pengangkut sampah serta kendaraan pemadam kebakaran.

Pada Kamis (9/3),  sejak pagi sudah dipasang papan pengumuman pelaksanaan Kasih Papa di gerbang masuk Kantor Walikota. Gerbang, baik di depan yang berhadapan dengan Jalan Sudirman maupun dibelakang  bersisian dengan Jalan Cut Nyak Dien dibuka hanya untuk bisa dilewati badan satu orang dan dijaga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

ASN tampak bersemangat mengikuti peluncuran. Apalagi, di depan disiapkan panggung orgen sebagai hiburan.

Di Kantor Walikota, peluncuran ulang tampak membuat pelataran parkir baik depan maupun belakang kantor lengang, tanpa kendaraan ASN. Di dalam pada bagian belakang yang tampak terparkir hanyalah beberapa mobil operasional Satpol PP.

Terselip disana mobil dinas Pj Wako Pekanbaru Toyota Fortuner hitam BM 1 A berplat berah. Meski kantor lengang dengan kendaraan, ASN tampaknya belum sepenuhnya menerapkan prinsip ke kantor tanpa kendaraan.

Pantauan media, selain di kantor Walikota, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kantornya terpisah juga menerapkan Kasih Papa. Ada yang ASN patuh, tapi ada pula yang cuek tetap membawa kendaraan.

’’Hari ini saya bersama, Pak Sekda, para Asisten serta kadis - Kadis lainnya menggunakan sepeda ke kantor. Ini bermanfaat sekali programnya selain untuk mengurangi polusi udara juga bermanfaat untuk kesehatan kita sendiri,’’ kata Pj Wako Pekanbaru Edwar Sanger saat peluncuran.

Dia berharap, tak ada lagi alasan ASN untuk tidak mematuhi penerapan yang dilakukan.’’Saya rasa program Kasih Papa ini tidak berat lagi. Ini kita lakukan cuma sekali sebulan. Bukan sekali seminggu sebelumnya,’’singkatnya.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Zulfikri menambahkan, keberhasilan program kasih papa tergantung pada kepala OPD masing-masing. Karena sudah ada sanki yang jelas bagi pegawai yang melanggar aturan tersebut.

“Tergantung kepada OPD masing-masing. Sebab sudah ada sanksi tegas bagi pegawai yang melanggar intruksi tersebut,”ujar Zulfikri, Kamis (9/8).

Ia melanjutkan, untuk evaluasi program tersebut sudah tidak ada lagi. Berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan setiap pekan pada hari Kamis. “Evalusi tidak ada lagi, sudah dikeluarkan keputasan yang baru, dulu setiap pekan pada hari Kamis. Sekarang sekali sebulan masak nggak bisa juga,”paparnya.

Menurutnya program Kasih Papa itu banyak mamfaatnya, selain menghemat anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat menjaga kesehatan. “Mengurangi anggaran BBM, tentu karena pegawai yang tidak mambawa kendaraan dianas tidak dibayarkan uang minyak, bisa juga menjaga kesehatan karena bersepeda ke kantor. Jadi bagus program itu dan banyak mamfaatnya,”pungkas Zulfikri.

Rpc/RRN/Advertorial