Ilmuwan Dengar Pesan Sinyal Radio Misterius dari Luar Angkasa

Administrator - Sabtu,13 Mei 2017 - 17:05:15 wib
Ilmuwan Dengar Pesan Sinyal Radio Misterius dari Luar Angkasa
Ini bukan kali pertama, tapi membuat sejumlah ilmuwan tertantang untuk mengetahui lebih jauh dari mana sumber sinyal misterius tersebut. Dok/Film/Foto: Dok. Metro-Goldwyn-Mayer/Cnni

Jakarta: Sejumlah ilmuwan dari seluruh dunia mendapati temuan baru ketika mendengar ada suara atau pesan sinyal radio misterius dari luar angkasa yang sampai saat ini tidak diketahui asalnya.

Dikutip dari BGR, ilmuwan menyebut suara tersebut sebagai "fast radio bursts" atau FBR. Gelombang yang diberi nama FBR 150215 itu merupakan gelombang terbaru dari 22 FRB yang sejauh ini telah terdeteksi. Meski begitu, para ilmuwan juga masih belum bisa menemukan sumbernya.

FBR 150215 pertama kali terdeteksi di Australia oleh para ilmuwan melalui teleskop parkes. Begitu ledakan muncul, para ilmuwan lainnya kemudian bermunculan untuk ikut serta mencari sumbernya.

Laporan terbaru yang menggambarkan peristiwa tersebut dan penyelidikan yang saat ini dilakukan, sudah tersebar secara online.

Namun, yang menjadi perhatian adalah terlepas dari besarnya usaha yang dilakukan oleh manusia dan kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetap tidak bisa mendeteksi dari mana sumbernya. Yang lebih aneh lagi, peristiwa tersebut bukan pertama kalinya terjadi.

Meski telah banyak ilmuwan yang berusaha untuk mencari sumber tersebut, namun hingga saat ini tak ada seorang pun ilmuwan yang mengetahui dari mana asal radio tersebut meledak.

Yang paling aneh lagi tentang FBR 150215 ataupun FBR lainnya adalah hal tersebut merupakan sesuatu yang cukup kuat untuk bisa menghasilkan ledakan radio yang bisa dideteksi di bumi dan tetap tidak terlihat dan harus benar-benar masif dalam skala besar.

Beberapa ilmuwan menyampaikan teorinya yang mengatakan ledakan tersebut diciptakan oleh supernova. Hal ini karena cahaya terlihat sampai ke bumi jauh sebelum gelombang radionya lalu sumber tersebut telah lenyap.

Meski begitu, ada teori pula yang menyebutkan bahwa hal tersebut terkait dengan kemungkinan adanya kehidupan alien yang berusaha melakukan kontak dengan kehidupan lain.

Cnni/rah