Penghasilan Pengemudi Gojek Lebih Besar dari Karyawan Swasta

Administrator - Senin,08 Mei 2017 - 20:19:01 wib
Penghasilan Pengemudi Gojek Lebih Besar dari Karyawan Swasta
Studi Puskakom UI mendapati penghasilan bulanan pengemudi Gojek masih lebih besar ketimbang gaji karyawan swasta. Pic: Dok. Go-Jek Indonesia/Cnni

Jakarta: Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (PUSKAKOM) mengenai manfaat aplikasi social on-demand terhadap pekerja dan penggunaan jasa perusahaan, didapati bahwa penghasilan bulanan pengemudi Gojek melampaui gaji karyawan.

Peneliti utama Puskakom UI Alfindra Primaldhi menjelaskan, riset dilakukan di 15 lokasi Jabodetabek, khusus terhadap pengemudi roda empat gabungan yang tersebar di 11 kota.

Dari hasil riset PUSKAKOM menemukan bahwa 87 persen mitra GO-Ride bekerja secara full time, 33 persen dari driver dulunya adalah pengojek pangkalan. Hanya 26 persen driver Gojek yang sebelumnya bekerja di sektor swasta.

Dari sisi penghasilan bulanan, penghasilan, sekira 77 persen pengemudi Goride mengantongi pendapatan di atas UMP Nasional Rp1.997.817 menurut BPS 2016. Hasil yang lebih besar dikantongi pengemudi GoCar di mana 50 persen mitra pengemudi mendapatkan penghasilan di atas rata-rata UMP DKI Jakarta yakni Rp3.335.750.

Sedangkan pengemudi yang memilih bekerja secara full-time diklaim mendapatkan hasil lebih besar dari mereka yang bekerja paruh waktu.

Selain mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari pekerja swasta, Alfindra menegaskan ada hal lain yang mendorong mereka bisa memanfaatkan layanan perbankan, asuransi, hingga waktu yang lebih fleksibel.

"Dari sisi manfaat, 48 persen mengaku bisa mengatur waktu kerja, 30 persen punya lebih banyak waktu bersama keluarga, 28 persen bisa menabung, 19 persen bisa pakai HP dan aplikasi," ungkap Alfindra disela pemaparannya di Jakarta, Senin (8/5).

Selain itu, 30 hingga 32 persen pengemudi Gojek mengaku memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga, lantaran bebas memilih jam kerja.

Kepuasan serupa diklaim Alfindra juga dirasakan oleh mitra dengan jumlah penghasilan yang diperoleh setiap bulan.

Sekira 76 persen mitra diklaim merasa puas dan sangat puas dengan penghasilan mereka saat ini. Sementara itu, 88 persen lainnya merasa puas-sangat puas menjadi mitra perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Kepuasan itu lantaran 80-83 persen responden merasa kualitas hidup mereka meningkat saat bermitra dengan Gojek. Di samping itu, 85 persen mitra Go-Ride memanfaatkan fasilitas insitusional financial seperti program cicilan rumah yang ditawarkan perusahaan.

"Di Gojek kami ada satu program yang kami sebut Swadaya, di mana para mitra bisa mendapatkan akses ke layanan perbankan iseperti asuransi kesehatan, tabungan pendidikan maupun tabungan haji dan salah satu program yang terbaru yakni akses untuk mendapatkan kredit rumah KPR, tambah Monica Oudang, HR Director GO-JEK Indonesia.

Terlebih, Monica menegaskan manfaat tersebut sangat terasa imbasnya bagi 85 mitra Gojek yang memiliki tingkat pendidikat setara SMP-SMA.

"Kelompok ini (lulusan SMP-SMA)tercatat sebagai kelompok pengangguran tertinggi, tetapi kini sudah bisa menjangkau layanan-layanan tersebut," imbuh Monica.

Riset yang dilakukan oleh Puskakom dan Gojek dilakukan sejak 6-11 April 2017. Dalam studi tersebut Puskakom menggunakan teknik pure random sampling berbasis aplikasi terhadap 3.213 responden Go-ride, 2.801 responden Gocar dan 4.048 pengguna aktif dalam 3 bulan terakhir.

evn/cnni