Proyek Jasa Keamanan Gedung DPRD Riau Diusut Jaksa

Administrator - Jumat,07 April 2017 - 20:32:19 wib
Proyek Jasa Keamanan Gedung DPRD Riau Diusut Jaksa
Kantor DPRD Riau. Pic: Riausky.com

Pekanbaru: Heboh proyek keamanan gedung DPRD Provinsi Riau tahun 2017 sebesar Rp5,6 miliar, memasuki babak baru. Selain lagi “ditangani” Inspektorat Riau, proyek ini juga tengah diusut pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

‘’Proyek (jasa pengamanan gedung DPRD Riau) ini belum dibatalkan. Kita menunggu telaah pihak Inspektorat Riau, apa masih bisa diteruskan,’’ sebut Sekretaris DPRD Riau Kaharuddin, ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (6/4/2017) siang, di ruang kerjanya.

Selain itu, lanjut mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau ini, proyek jasa keamanan gedung Parlemen Riau yang sudah dianggarkan sejak tahun 2014 tersebut, juga tengah diselidiki pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

‘’Kita menunggu hasilnya, apakah proyek ini diteruskan atau tidak, atau ada kasus hukumnya,’’ tegas Sekwan menjawab pertanyaan bahwasanya PT Karya Satria Abadi, selaku perusahaan pemenang proyek jasa keamanan ini dikabarkan membatalkan pekerjaannya karena takut tersandung pidana.

Seperti ramai diberitakan media, proyek jasa keamanan gedung Parlemen Riau ini mulai dianggarkan tahun 2014 sebesar Rp1.564.200.000 untuk tenaga pengamanan sebanyak 70 orang. Tahun 2015 Rp1.890.000.000 untuk 70 orang. Dan pada tahun 2016 sebesar Rp3.916.800.000. ‘’Peningkatan anggaran di tahun 2016 ini, karena ada tambahan 65 orang untuk honor supir, jadi total 135 orang,’’ ujar sumber.

Pada tahun 2017 dianggarkan lagi dengan pagu Rp6.188.100.000, dan setelah proses lelang dimenangkan  oleh PT Karya Satria Abadi dengan harga penawaran Rp5.618.423.000. ‘’Biaya sebesar ini untuk 136 tenaga pengamanan, 65 di antaranya untuk honor supir,’’ sebut sumber di gedung DPRD Riau yang wanti-wanti namanya ditulis.

Honor Supir

Menjawab pertanyaan media benarkah Sekretariat DPRD Riau berani membayar honor 65 supir dari anggaran jasa keamanan ini dikarenakan adanya permintaan anggota DPRD Riau Muhammad Adil saat rapat internal DPRD Riau akhir 2016, Sekwan Kaharuddin tidak mau berkomentar. ‘’Kalau soal itu, saya no comment lah,’’ elaknya.

Sayangnya, ketika awak media mengkonfirmasi langsung ke Muhammad Adil di gedung DPRD Riau, Kamis (6/4/2017) siang, politisi Partai Hanura itu tak berhasil ditemui. Begitu juga saat dihubungi telepon selularnya, Kamis (6/4/2017) sore, hanya terdengar nada masuk tapi tak diangkat. Pertanyaan via SMS (short massage system) pun tak dibalas, sampai berita ini diposting.

Sumber berita: riausatu.com