2016, Kejati Riau Selamatkan Uang Negara Rp 21 Miliar

Administrator - Selasa,06 Desember 2016 - 21:11:09 wib
2016, Kejati Riau Selamatkan Uang Negara Rp 21 Miliar
Kejati Riau mengaku telah berhasil menyelamatkan Rp 21 miliar lebih uang negara selama tahun 2016. Ist Pic
RADARRIAUNET.COM: Kejati Riau mengaku telah berhasil menyelamatkan Rp 21 miliar lebih uang negara selama tahun 2016. Yakni dari pengungkapan beberapa perkara tindak pidana korupsi.
 
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Uung A Syakur SH MH, beberkan jika pihaknya telah berhasil selamatkan puluhan miliar uang negara dari kerugian atas tindak pidana korupsi. 
 
penyelamatan keuangan negara tersebut sebesar Rp 21 miliar lebih sepanjang tahun 2016, Januari hingga November itu dimulai dari tahap penyidikan hingga penuntutan.
 
"Selama bulan Januari hingga November 2016. Telah terselamatkan keuangan negara sebesar Rp 21.580.421.166. Belum lagi uang pengganti sesuai putusan persidangan, sebesar Rp8,9 miliar lebih," ungkap Uung A Syakur, kepada sejumlah wartawan Selasa (6/12/2016) sore. 
 
Penyelamatan kerugian keuangan negara ini merupakan kinerja seluruh jajaran kejaksaan (Kejari) se-Riau, mulai dari tahap penyidikan hingga penuntutan," sambung Uung.
 
Uung yang didampingi Asisten Intelijen M Naim dan Kasipenkum Kejati Riau Muspidauan SH juga menyampaikan jika pihaknya juga mencatat, ada 90 perkara yang ditangani sepanjang tahun 2016 ini. 
 
" Sebanyak 54 perkara diantaranya hasil penyidikan kejaksaan, dan sisanya dari kepolisian," jelasnya.
 
Berdasarkan data yang dirangkum di KejatiRiau Penyelamatan kerugian uang negara tertinggi di Kejari Pelalawan sebesar Rp8.395.856.000, dan penyelamatan dari Kejati Riau senilai Rp8,3 miliar lebih.
 
Selanjutnya dari Kejari Siak sebesar Rp448.576.377. Kejari Kampar sebesar Rp365.522.100. Uang tersebut sudah disetorkan ke kas negara, termasuk uang pengganti sebesar Rp8.904.063.389. 
 
" Kerugian negara yang terselamatkan itu bisa dalam bentuk uang, bisa juga dalam bentuk aset," kata Uung lagi
 
Untuk kedepannya, pihaknya akan mengevaluasi hasil kerja di masing-masing ditingkat Kejaksaan Negeri yang ada di Riau.
 
" Kejari yang minim penanganan kasus korupsi akan dievaluas," pungkas Uung A Syakur. 
 
har/rtc/rrn