LSM Desak Kejaksaan Usut Kasus Proyek PLTGU Bengkalis

Administrator - Minggu,04 Desember 2016 - 22:51:45 wib
LSM Desak Kejaksaan Usut Kasus Proyek PLTGU Bengkalis
Ilustrasi PLTGU. Lp6 Pic
RADARRIAUNET.COM: Ketua Umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi Bengkalis, Toro baru-baru ini kembali mendatangi Kejagung di Jakarta, mempertanyakan kelanjutan kasus penanganan perkara korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis kepada PT BLJ Bengkalis tahun 2012 yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah itu.
 
Ketum LSM KPK, Toro baru baru ini kepada cyber media radarriaunet.com mengatakan bahwa dalam kasus penyertaan modal Pemda Bengkalis ini dirinya telah menyurati pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dan Kejati Riau guna mendapatkan chopyan atau salinan dakwaan perkara korupsi penyertaan modal Pemdakab Bengkalis pada PT. BLJ Bengkalis tahun 2012.
 
Dirinya menilai, bahwa dalam kasus dugaan korupsi yang tergolong luar biasa ini banyak melibatkan pejabat eksekutif dan legislative di Kabupaten Bengkalis, "adapun belakangan baru kemudian mencuat kasus ini ke publik, adalah merupakan berkat data LSM Kami dan informasi itu telah kami sampaikan kepada Kejagung".
 
Sekarang Kami mempertanyakan soal kelanjutan dalam pemeriksaan kasus korupsi tersebut, "ucap Toro".
 
Dirinya juga mendesak kepada aparat Kejaksaan, perlu adanya keseriusan dari pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) yakni penyelidikan Jam Pidsus dan Jam Intelijen Tipikor Kejagung RI dalam menuntaskan kasus korupsi penyertaan modal bengkalis ini, apalagi diketahui kasus ini sudah lama dan terus dalam tahap penyidikan,” tambahnya.
 
Dikatakan Toro lagi, Kejaksaan perlu melakukan expos perkara ini kepada publik agar dapat diketahui sejauh mana kira kira penegakan supremasi hukum dalam kasus ini, artinya supaya dapat membentuk citra positif lembaga Kejaksaan, sebagai salah satu lembaga penegak hukum,” paparnya.
 
Dia pun mengatakan, penyelidikan kasus ini sudah mau tiga tahun, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil yang berarti, dan karena itu menjadi pertanyaan kami dan banyak pihak. “Terlebih lagi dugaan pemberian suap atau pelicin sebesar Rp7 miliar ke pihak DPRD Bengkalis dari anggaran sebesar Rp300 miliar yang dikorupsi itu. Dana pelicin itu digunakan untuk menggolkan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Bengkalis ke PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Rp300 miliar.
 
Bukan itu saja, kasus dugaan korupsi pada pembelian lahan untuk PLTGU di Kecamatan Pinggir oleh oknum anggota DPRD Bengkalis ketika itu, belum dilakukan pengusutannya oleh pihak Kejaksaan.
 
Sekilas Kronologis Kasus Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis Tahun 2012
 
Kasus ini terungkap atau seperti ramai diberitakan media akhir akhir ini, bermula dari sebuah laporan LSM Toro kepada Kejari Bengkalis yaitu laporan kasus dugaan korupsi pada Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kecamatan Pinggir-Duri.
 
Toro menjelaskan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau saat itu dijabat oleh Edi Rakamto, SH.MH, meminta Toro, agar dugaan penyelewengan dan penyimpangan dana sebesar Rp300 miliar itu ditelusuri bersama tim Kejari Bengkalis.
 
11 Desember 2013 siang, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Mukhlis bersama Kepala Tindak Pidana Khusus yang saat itu dijabat Arjuna Meghanada dan Kepala Seksi Intelijen Furkon Syah Lubis dan beberapa penyidik Kejari lainnya mendatangi kantor PT BLJ Bengkalis melakukan penyitaan dokumen-dokumen penting berkaitan dengan kasus korupsi sebesar Rp300 miliar pada tahun anggaran 2012 silam itu. Akan tetapi, saat tim penyidik Kejari Bengkalis menyidik kasus dugaan korupsi sebesar Rp300 miliar yang melibatkan beberapa pejabat tinggi di Kabupaten Bengkalis tersebut, berhembus aroma yang menguntungkan bagi oknum aparat hukum, belakangan diketahui adanya konspirasi antara Kajari, Muklis, dengan CV Surya Perdana Motor/ mitra kerja PT Surya Citra Riau merupakan anak usaha PT. BLJ, dan dalam perjalanan penanganan kasus hibah BUMD ini, Mukhlis diduga menerima suap dua cek BNI yang masing-masing berisi Rp5 miliar ditambah uang tunai Rp250 juta, serta jatah proyek di Pemkab Bengkalis, "kata Toro".
 
Anehnya, setelah konspirasi Kajari, Muklis dengan CV. Surya Perdana Motor mitra kerja PT.Surya Citra Riau (anak usaha PT.BLJ) itu terungkap, Toro berupaya menemui Kajari Bengkalis guna konfirmasi berita hingga berulang kali ketika itu. Namun Kajari Bengkalis Muklis saat itu, terkesan takut dan tak mau ditemui untuk konfirmasi.
 
***