Bobotoh Dilarang Dampingi Persib Lawan Persija di Solo

Administrator - Kamis,27 Oktober 2016 - 15:01:47 wib
Bobotoh Dilarang Dampingi Persib Lawan Persija di Solo
Bobotoh dilarang mendampingi Persib Bandung saat bertandang melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo. cnn

RADARRIAUNET.COM - Suporter Persib Bandung atau biasa dikenal Bobotoh harus berlapang dada tidak dapat mendampingi tim kesayangannya saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo pada 5 November mendatang.

Bobotoh dilarang hadir pada laga tandang melawan Persija dalam lanjutan Indonesian Soccer Championship (ISC) pekan ke-27. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Solo, Heri Isranto, saat dihubungi awak media, Kamis (27/10) siang.

Menurut Heri, proses perizinan sudah diajukan kepada Polresta Solo pada Rabu (26/10). Sementara pihak kepolisian menyarankan agar PT GTS (Gelora Trisula Semesta) selaku operator ISC untuk membuat surat larangan hadir bagi suporter yang ditembuskan ke manajemen Persib.

"Larangan ini menjadi syarat yang harus disepakati manajemen Persib agar izin dapat keluar. Kalau syarat ini disepakati bisa dipahami dan disetujui, tidak menutup kemungkinan perizinan lancar," kata Heri.

Ia mengabarkan bila segala sesuatunya berjalan lancar, maka kepastian izin gelar pertandingan di Solo selambatnya akan turun pada Selasa (1/11) mendatang.

Sementara suporter tuan rumah yang dikenal dengan sebutan The Jakmania dipersilakan hadir tanpa mengenakan atribut. "Tidak memakai atribut pendukung, sama sekali tidak boleh. Siapapun boleh menonton asal tidak memakai atribut," katanya tegas.

"Dengan demikian, yang seperti dinamakan penonton, bukan suporter. Kami pun tidak bisa mengidentifikasi suporter Persija, sepanjang mereka tidak bergerombol. Nontonlah secara wajar, sah-sah saja."

Kebijakan ini terbilang berimbang mengingat pada putaran pertama, suporter Persija juga dilarang hadir saat Persib berstatus sebagai tuan rumah di Bandung. Keputusan ini diambil untuk menghindari bentrok kedua suporter yang dikenal memiliki rivalitas tinggi yang terkadang sampai merenggut korban jiwa.

Bila izin gelar pertandingan tidak keluar di Solo, maka laga klasik tersebut rencananya akan dipindah ke Stadion Gajayana, Malang. "Jika sudah begitu, otomatis segala sesuatunya sudah menjadi ranah panitia penyelenggara di sana," ucap Heri menambahkan.


cnn/fn/radarriaunet.com