Tolak Toko Modern, Mahasiswa UPP Geruduk Kantor Bupati Rohul

Administrator - Kamis,27 Oktober 2016 - 10:24:37 wib
Tolak Toko Modern, Mahasiswa UPP Geruduk Kantor Bupati Rohul
Ratusan mahasiswa Rohul menggelar demonstrasi ke Kantor Bupati setempat. Mereka menolak kehadiran toko modern di daerah itu. rtc
RADARRIAUNET.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) demo kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul), Rabu (26/10/16), menolak pendirian gerai retail toko modern Alfamart dan Indomaret di Negeri Seribu Suluk.
 
Aksi damai mahasiswa UPP diawali long march mulai bundaran perkantoran Pemkab Rohul mengendarai sepeda motor ke kantor Bupati Rohul.
 
Setibanya di gerbang kantor Bupati Rohul, mahasiswa dihadang sekira 50 personil gabungan dari jajaran Polres Rohul dan personil Satpol PP Rohul.
 
Setelah mendapat izin dari Sekdakab Rohul Ir. Damri Harun, massa mahasiswa dibolehkan masuk ke teras kantor Bupati Rohul untuk menyampaikan aspirasi terkait pemberian izin persetujuan pendirian 15 gerai Alfamart.
 
Karena mahasiswa menolak ditemui Sekdakab Rohul Damri Harun, akhirnya mahasiswa diterima Plt Bupati Rohul H. Sukiman.
 
Dalam orasinya, Koordinator Aksi Wikki Yuliandra mengatakan mahasiswa menolak hadirnya gerai toko modern, karena Alfamart atau Indomaret bisa mengancam stabilitas perekonomian lokal.
 
Pendirian gerai retail toko modern juga dianggap sangat tidak sesuai dengan konsep pemberdayaan perekonomian masyarakat, karena bersifat monopoli, dan akan menjadi penyaing usaha kecil.
 
"Alfamart bukan solusi mengurangi angka pengangguran, namun hanya akan jadi pesaing bagi pelaku usaha kecil, serta akan mematahkan semangat mahasiswa yang akan membangun usaha skala kecil," tegasnya.
 
Menanggapi aksi damai mahasiswa UPP, Plt Bupati Rohul Sukiman mengakui sebelumnya Pemda sudah melakukan kajian terhadap pendirian retail modern Alfamart, termasuk melakukan studi banding ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
"Kita hanya memberikan 15 izin pendirian (gerai) Alfamart, dan jaraknya juga sudah kita atur," jelas Sukiman.
 
Sukiman bahkan menuding bila aksi mahasiswa ditunggangi, namun tudingan itu dibantah mahasiswa, bahwa aksi mereka murni.
 
Sempat terjadi perdebatan cukup alot, hingga akhirnya Sukiman meninggalkan aksi mahasiswa yang terus melakukan yel-yel untuk menolak keberadaan retail toko modern di Kabupaten Rohul.
 
 
rtc/radarriaunet.com