MUI Bengkalis Bedah Buku Islam dan Kearifan Sosial

Administrator - Kamis,27 Oktober 2016 - 10:15:34 wib
MUI Bengkalis Bedah Buku Islam dan Kearifan Sosial
MUI Bengkalis menggelar bedah buku yang berjudul Islam dan Kearifan Sosial. Bedah buku ini dilakukan oleh Ketua MUI Bengkalis Amrizal dan diikuti ratusan mahasiswa. rtc
RADARRIAUNET.COM - Majelis Ulama Indoensia (MUI) Kabupaten Bengkalis menggelar bedah buku yang berjudul Islam dan Kearifan Sosial, Rabu (26/10/16). Berlangsung di Aula Gedung BPUAD Bengkalis bedah buku ini langsung bersama dengan Ketua MUI Bengkalis Amrizal diikuti oleh ratusan mahasiswa. 
 
Ketua MUI Bengkalis Amrizal mengatakan, buku ini pada dasarnya merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan penulis yang diterbitkan oleh media-media lokal di Riau baik cetak maupun elektronik mulai dari tahun 2013 hingga 2016. Sebagiannya juga diambil dari makalah-makalah penulis sampai dalam berbagai kegiatan pelatihan dan seminar yang diselengarakan baik pemerintah daerah maupun organisasi masyarakat. 
 
Dalam tulisan di buku tersebut merupakan respon penulis terhadap berbagai isu strategis yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat Riau meliputi persoalan politik, keagamaan, sosial budaya, pendidikan, hukum, etika dan Islam nusantara. 
 
"Membaca buku ini, akan membawa pembaca berada pada suasana dimana Islam itu benar-benar rahmat bagi seluruh alam dan perkembangannya tetap mendapatkan posisi penting dalam tatanan kehidupan bermasyakat," ungkapnya. 
 
Nilai-nilai itu akan menjadi kearifan lokal bila diterapkan, namun sayang itu belum terjadi. Terbukti saat ini banyak terjadi konflik. Di rumah tangga konflik, di kampus konflik, di daerah konflik sampai pejabat tinggi negara pun terlibat konflik. Kondisi saat ini, cukup menggambarkan bahwa ternyata kearifan sosial yang ada belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat. 
 
“Hari ini mungkin sudah tak perlu lagi soal itu, namun anak cucu kita kelak, akankah kita biarkan tumbuh tanpa nilai-nilai dan norma?,” ujarnya. 
 
“Kami berharap buku ini tidak menjadi sebuah dokumentasi saja, namun dapat menjadi bahan rujukan untuk penelitian lebih lanjut serta tidak kalah pentingnya dapat direncanakan menjadi suatu kurikulum berbasis lokal khususnya bagi anak didik di kawasan Bengkalis,” harapnya. 
 
Didalam buku ini juga membahas keberadaan ulama Bengkalis diantaranya, Tuan guru Haji Ahmad, tuan guru Muhammad Arsyad, Tuan Faqih Abdul Ghoni, ustad Mil dan Abdullah Nur. Ketua Tim Editor M. Ashubli menyampaikan apresiasi kepada para pembanding yang telah memberi masukan berharga. Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, Muhammad Ashubli, Wan Muhammad Fariq dan Musa Ismai.
 
 
rtc/radarriaunet.com