BlackBerry DTEK60, Android Versi Aman untuk Pebisnis

Administrator - Rabu,26 Oktober 2016 - 15:46:14 wib
BlackBerry DTEK60, Android Versi Aman untuk Pebisnis
BlackBerry DTEK60. cnn

RADARRIAUNET.COM - Rumor kemunculan ponsel berbasis Android besutan BlackBerry sudah lama terdengar. Akhirnya ponsel yang dilabeli BlackBerry DTEK60 yang diklaim menawarkan keamanan data tingkat tinggi secara resmi dirilis.

Dibandingkan suksesor DTEK50 yang dirilis tahun lalu, BlackBerry DTEK60 menawarkan fitur yang lebih baik dan spesifikasi lebih tinggi.

Sama halnya dengan DTEK50, DTEK60 juga dibuat berdasarkan desain referensi dari TCL, perusahaan asal China pemilik merek Alcatel.

Dilansir dari The Verge, ponsel 5,5 inci ini dibekali rangka metal dengan finishing dual glass panel. Sebagai sumber tenaga, ponsel ini disokong prosesor Qualcomm Snapdragon 820 dengan RAM 4 GB dan memori internal 32 GB.

DTEK60 telah mengadopsi sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan sejumlah fitur terbaru seperti QuickCharge 3.0, port USB-C, dan sensor pemindai sidik jari.

Sokongan baterai berkapasitas 3.000 mAh dan kamera utama 21 megapiksel melengkapi ponsel BlackBerry DTEK60.

Ciri khas papan ketik QWERTY dipastikan tidak akan ditemui, pasalnya DTEK60 mengusung desain layar sentuh tanpa tombol fisik.

Meski begitu, produsen asal Kanada ini menawarkan fitur keamanan yang lebih baik dari sekedar tombol fisik.

Mengutip Slashgear, selain sensor sidik jari yang menjadikan DTEK60 unik dibanding BlackBerry Priv dan DTEK50 yakni integrasi perangkat dengan aplikasi BlackBerry Password Keeper.

Dukungan peranti lunak pengaman lainnya seperti secure botloader, hardware root of trust, dan DTEK diklaim bisa memberikan keamanan berlapis dibanding ponsel Android lainnya.

Gawai terbaru BlackBerry ini dipastikan akan menyasar institusi bisnis dan kalangan pemerintah. Namun begitu, konsumen tetap bisa mendapatkan DTEK60 melalui ritel atau situs resmi perusahaan dengan harga US$499 atau sekitar Rp6,5 juta.

Untuk saat ini DTEK60 telah tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, dan Belanda. Belum dapat dipastikan ketersediaan ponsel ini di Indonesia.


cnn/radarriaunet.com