Gaji Dipotong, THL Operasional Dispas Pekanbaru Mogok Kerja

Administrator - Selasa,25 Oktober 2016 - 13:55:57 wib
Gaji Dipotong, THL Operasional Dispas Pekanbaru Mogok Kerja
ilustrasi. rsc

RADARRIAUNET.COM - Seluruh Tenaga Harian Lepas (THL) bagian operasional di Dinas Pasar Kota Pekanbaru melakukan aksi mogok kerja, Rabu (19/10/2016). Ini merupakan sebagai bentuk aksi protes yang mereka lakukan karena adanya pemotongan gaji yang diterima selama tiga bulan belakangan ini.

Salah seorang petugas OP Dispas Kota Pekanbaru menyebutkan, sebelum adanya pemotongan gaji, setiap bulan untuk mandor atau pengawas menerima gaji sebesar Rp2,8 juta, Supir Rp2,6 juta dan petugas kebersihan pasar sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru.

"Kita mogok kerja hari ini, karena gaji kita dipotong, semua petugas THL gajinya disama ratakan yakni sebesar Rp1,5 juta. Jumlah tersebut kita nilai tidak sesuai dengan beban kerja yang dilakukan," keluhnya.

Sambung dia, anehnya gaji tenaga harian kebersihan yang bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru tak mengalami pemotongan. Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi dirinya.

"Kalau gaji tenaga kebersihan di DKP tidak dipotong, kami kok dipotong padahal juga kerjaan sama-sama menjaga kebersihan hanya tempatnya saja yang berbeda. Kita menjaga kebersihan dipasar," jelasnya.

Diakuinya pembayaran gaji berjalan lancar setiap bulannya, hanya ia merasa keberatan dan menilai pemotongan gaji tersebut tak wajar, karena jumlahnya jauh dibawah UMK Pekanbaru. Untuk itu dia meminta kekurangan pembayaran gaji segera dilunasi. "Gaji kita bayar jauh dibawah UMK Pekanbaru, ini kan tidak wajar, jadi apa gunanya UMK yang ditetapkan Pemko, kalau tidak cabut aja UMK tersebut, kami terima gaji yang dibayarkan sekarang. Kita menuntut kekurangan gaji segera dibayarkan," ucapnya lagi.

Mengenai permasalahan ini Dia menyebutkan sudah menyampaikan ke Kepala Dispas Kota Pekanbaru. Akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan kapan sisa kekurangan gaji tersebut dibayarkan. "Kita sudah sampaikan ke Pak Kadis, tapi hingga kini belum ada kejelasan pembayaran, beliau menyebutkan akan menyampaikan ke Pak Sekda dan Walikota. Dan menjanjikan waktu satu hingga dua hari. Tapi tak kunjung ada jawaban." Sebutnya.

Terakhir kata dia, apabila dalam beberapa hari kedepan tak kunjung ada kejelasan pembayaran sisa gaji, maka dirinya dan kawan-kawan akan mengadukan permasalahan ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru. "Kita tunggu satu sampai dua hari kedepan jika tak ada kejelasan maka kita berencana akan mengadukan ke DPRD Pekanbaru," tegasnya.

Terpisah, Kepala Dispas Kota Pekanbaru, Mahyudin ketika dijumpai di Kantornya enggan memberikan keterangan terkait persoalan ini, Ia mengatakan sedang sibuk. "Saya lagi sibuk, nggak sempat." Ucapnya sambil berjalan menuju ke arah ruangannya.


rsc/fn/radarriaunet.com